Page 55 - E-MODUL_MBS
P. 55
c. Ahli Ekonomi dan Sekolah
Pesatnya perubahan yang terjadi dalam masyarakat mengakibatkan
para ahli ekonomi cenderung berpikir untuk jangka panjang. Mereka
tidak menggunakan pandangan yang statis, tetapi juga melihat jauh ke
depan dan lebih realistis. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu
dianalisis tentang “bahan mentah” untuk menyelenggarakan pendidikan.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah mempertimbangkan kurikulum
dalam berbagai jenjang pendidikan dan dikaitkan dengan pemikiran
tentang struktur pendidikan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Pool of Ability sebenarnya sudah
dipandang sebagai suatu konsep penting dalam upaya pembaharuan
pendidikan. Lebih jauh lagi Pool of Ability perlu dikaji dengan cara lain
menimbang kemampuan manusia. Hasilnya tentu saja dipengaruhi oleh
pengajaran yang baik atau buruk, lingkungan pengajaran, faktor-faktor
temperamental, dan kecocokan emosional. Dengan demikian, hasil
pengukuran tersebut tidak dapat dijadikan sebagai pedoman dalam
menentukan potensi pendidikan. Suatu sistem pendidikan harus dinilai
kembali secara kontinu, dengan tujuan melihat relevansi dan efisiensi
pengajaran yang diselenggarakan di sekolah.
d. Pendidikan dan Pertumbuhan Ekonomi
Pemikiran tentang ekonomi pendidikan tidak bisa dilepaskan dari
kedudukan pendidikan dalam pertumbuhan ekonomi. Pendidikan
diharapkan dapat memainkan peranan penting dan secara langsung
diharapkan dapat membantu perekonomian Negara. Di Negara-negara
miskin, masalah pendidikan itu berentang mulai dari masyarakat yang
tingkat peradabannya kompleks dan kuno hingga masyarakat primitif. Di
Negara-negara dengan tingkat pendapatan rendah dan tingkat
konservatismenya tinggi, upaya menemukan alat untuk meningkatkan
peradaban terhambat.
Rencana pendidikan seharusnya dipandang sebagai bagian dari
program ekonomi umum untuk meningkatkan kehidupan ekonomi
masyarakat. Ada dua alasan untuk hal tersebut, pertama karena
pendidikan harus membenarkan klaim pada sumber-sumber nasional
dan kompetisinya dengan layanan-layanan sosial, seperti layanan
kesehatan masyarakat dan investasi dalam modal fisik. Kedua,
pengalaman telah menunjukkan bahwa pertumbuhan yang berimbang
memerlukan suatu integrasi seluruh aspek kehidupan ekonomi dan
sosial.
Untuk itu pendidikan pada umumnya dipandang memiliki tiga peranan
yang utama, (1) menyediakan tenaga kerja dan teknisi terampil, (2)
menghasilkan suatu iklim pertumbuhan melalui peningkatan kemampuan
berpikir masyarakat luar kebutuhan dan kesulitan mereka sehari-hari, (3)
untuk mengerjakan kemampuan pendidikan dasar kepada anak-anak yang
berasal dari keluarga petani pedesaan.
Pendidikan merupakan suatu senjata yang sangat potensial baik untuk
pertumbuhan ekonomi masyarakat maupun untuk masyarakat maupun untuk
50