Page 52 - E-MODUL_MBS
P. 52
dan penilaian yang dirancang untuk mengukur secara pasti perilaku suatu
program pendidikan secara intern telah valid.
Adapun indikator-indikator keefektifan dalam setiap tahapannya, di
antaranya:
a. Indikator input: karakteristik guru, fasilitas, perlengkapan, dan materi
pendidikan serta kapasitas manajemen.
b. Indikator process: administratif, alokasi waktu guru, dan alokasi waktu
peserta didik.
c. Indikator output: hasil perolehan peserta didik dan dinamika sistem
sekolah, prestasi belajar siswa, dan hasil perilaku/sikap siswa, dll.
d. Indikator outcome: jumlah lulusan ke tingkat berikutnya, prestasi belajar
di sekolah yang lebih tinggi dan pekerjaan, serta pendapatan.
Dengan demikian, jika terdapat hubungan dengan efektivitas MBS,
barometer efektivitas dapat dilihat dari kualitas program, ketepatan
penyusunan, kepuasan, keluwesan, dan adaptasi, semangat kerja, motivasi,
ketercapaian tujuan, ketepatan waktu, serta ketepatan pendayagunaan
sarana, prasarana, dan sumber belajar dalam meningkatkan kualitas
pendidikan di sekolah.
B. Konsep Efisiensi Implementasi dalam MBS
Efisiensi dalam MBS ialah mendayagunakan sumber daya manusia dan
sumber daya yang ada dengan menggunakan waktu dan biaya seminimal
mungkin untuk mencapai tujuan yang diharapkan dalam meningkatkan mutu
pendidikan di sekolah.
Di samping perlu dilihat dari segi efektivitasnya, pemberlakuan
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) juga harus dianalisis dari segi efisiensi.
Efisiensi merupakan aspek penting dalam manajemen sekolah karena
sekolah umumnya dihadapkan pada masalah kelengkapan sumber dana,
dan secara langsung berpengaruh terhadap kegiatan manajemen. Jika
efektivitas dilihat dari perbandingan antara rencana dengan tujuan yang
dicapai maka efisiensi lebih ditekankan pada perbandingan antara input atau
sumber daya dengan output. Suatu kegiatan efisien bila tujuan dapat dicapi
secara optimal dengan penggunaan atau pemakaian sumber dana yang
minimal. Efisiensi juga merupakan perbandingan antara input dan output,
tenaga dan hasil, perbelanjaan dan masukan, biaya serta kesenangan yang
dihasilkan.
Efisiensi dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu efisiensi internal dan
efisiensi eksternal. Efisiensi internal menunjuk kepada hubungan antara
output pendidikan (pencapaian belajar) dan input (sumber daya) yang
digunakan untuk memproses/menghasilkan output pendidikan. Efisiensi
internal biasanya diukur dengan biaya-efektivitas. Setiap penilaian biaya
efektivitas selalu memerlukan dua hal, yaitu penilaian ekonomik untuk
mengukur biaya masukan (input) dan penilaian hasil pembelajaran (prestasi
belajar, lama belajar, angka putus sekolah). Sedangkan efisiensi eksternal
adalah hubungan antara biaya yang digunakan untuk menghasilkan tamatan
dan keuntungan kumulatif (individual, sosial, ekonomik, dan non-ekonomik)
yang didapat setelah pada kurun waktu yang panjang di luar sekolah. Analisis
biaya manfaat merupakan alat utama untuk mengukur efisiensi eksternal.
47