Page 103 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 103

98 | Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik


                 Malaysia misalnya, dengan jumlah penduduk  sekitar 28  juta jiwa
                 dengan  jumlah  pegawai  Kerajaan  (pegawai  negeri)  1,3  juta  orang
                 atau  dibandingkan   dengan  Yunani  dengan  jumlah  penduduk
                 sekitar  10  juta  jiwa  dengan  jumlah  pegawai  negeri  1  juta  orang,
                 maka postur PNS di Indonesia tidaklah terlalu gemuk.
                 4.2.   Kinerja PNS
                      Produk   PNS    adalah    berupa    jasa    pelayanan   sehingga
                 memungkinkan unit-unit ekonomi negara dan rakyat seperti pada
                 bidang:   industri,   industri   rumah   tangga,    pertambangan,
                 perkebunan,    kehutanan,    perhubungan    dan  lain-lain  dapat
                 berproduksi,  dan  unit    sosial  budaya  seperti:  pendidikan,
                 kesehatan, dan hubungan sosial antar masyarakat dapat berjalan
                 sesuai  kaidah  atau  norma  tertulis  maupun  tidak  tertulis  yang
                 berlaku dalam masyarakat.
                      Capaian hasil kerja dari produk tersebut secara makro dapat
                 dilihat  dari  tingkat  kemajuan  melalui  indikator  ranking  nasional
                 pada  daya  saing  global.  Indeks  daya  saing  Indonesia  mengalami
                 loncatan  yang  masif  dalam  The  Global  Competitiveness  Report
                 2013-2014 yang dilansir oleh World Economic Forum (WEF), Rabu
                 (4/9,  2013).    Indonesia  kini  menempati  peringkat  38  dari  148
                 negara.    Sebelumnya,  Indonesia  menempati  posisi  50  dalam  The
                 Global Competitiveness Report 2012-2013.
                      Sedangkan Jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN,
                 Indonesia   berada   di   urutan   kelima.  Empat   negara   di   atas
                 Indonesia  ditempati  oleh  Singapura  (urutan  2),  Malaysia  (24),
                 Brunei  Darussalam  (26)  dan  Thailand  (37).   Sedangkan  enam
                 negara  di  bawah  Indonesia  ditempati  oleh  Filipina  (urutan  59),
                 Vietnam   (70),   Laos   (81),   Kamboja   (88)   dan   Myanmar   (139).
                 Sedangkan  sepuluh  besar  teratas  dalam  Global  Competitiveness
                 Index  2013-2014  ditempati  oleh  Swiss  (urutan  1),  Singapura,
                 Finlandia,  Jerman,  Amerika  Serikat,  Swedia,  Hongkong,  Belanda,
                 Jepang dan Inggris.  (http://www.republika.co.id).
                      Tingkat   daya   saing   global   Indonesia   tersebut   masih
                 terhambat  oleh  inefisiensi  birokrasi  pemerintah  dan  masih
                 merajalelanya  penyuapan/korupsi  di lingkungan aparatur  negara.
                 Kedua  hal  tersebut  juga  menjadi  pertimbangan  utama  dan
                 berpengaruh besar bagi masuknya investor asing ke Indonesia.
                      Inefisiensi  birokrasi  pemerintah  dan  korupsi  akan  berlanjut
                 jika  aparatur  pemerintah  tidak  menjadikan  nilai-nilai  kejujuran,
                 kebenaran,  keadilan  dan  disiplin  sebagai  landasan  utama  dalam
                 bekerja dan berperilaku.
                      Kejujuran  aparat  pemerintah  (PNS)  merupakan  prasyarat
                 bagi   tumbuhnya     kepercayaan    masyarakat,   pelaku    bisnis,
                 wisatawan  dan   masyarakat  internasional.  Ketiadaan  kejujuran
                 akan  mengurangi  dukungan  masyarakat  terhadap  pemerintahan,
   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108