Page 108 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 108

Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik  | 103



                  yang  sering  dibuat-buat  tidak  berdasarkan  jenis  pekerjaan  yang
                  seharusnya  ditangani  pemerintah.  Akibatnya  terjadi  perdebatan
                  panjang tentang ratio PNS dengan jumlah penduduk, pegawai yang
                  tidak  sesuai  kompetensi,  pengangguran  tidak  kentara  (disguise
                  unemployment)  dalam  tubuh  PNS,  dan  lain-lain.  Penetapan  jenis
                  pekerjaan  dan  kompetensi  yang   diperlukan  untuk  menjalankan
                  jenis   pekerjaan   tersebut   pada   gilirannya   sampai   pada   peta
                  program  studi  yang  dibutuhkan  di  universitas  atau  perguruan
                  tinggi di seluruh Indonesia, bahkan besaran output satu program
                  studi untuk kurun waktu tertentu dapat diperhitungkan junlahnya
                  berdasarkan     kebutuhan        penanganan     pekerjaan     sektor
                  pemerintah.
                        Seleksi  penerimaan calon  PNS  tidak  perlu  dilakukan  secara
                  massal dalam suatu tempat khusus (stadion atau GOR), tapi perlu
                  dibangun satu sistem jaringan online yang memungkinkan peserta
                  seleksi  mengerjakan  soal-soal  tes  di  rumah  masing-masing  atau
                  pada  suatu  area  yang  memungkinkan  akses  internet  atau  pada
                  suatu lab komputer tertentu sehingga dalam waktu beberapa jam
                  kemudian    hasilnya  sudah  dapat  diketahui  oleh  para  peserta
                  seleksi.
                        Pola  seleksi  yang  dilakukan  secara  manual  dan  bersifat
                  massal  selama  ini  sangat  rawan  terjadinya  penyimpangan  atau
                  manipulasi  yang  merugikan  banyak  peserta  seleksi.  Seleksipun
                  tidak  harus  dilakukan  sekali  atau  dua  kali  dalam  setahun  tetapi
                  dapat  dilakukan  kapan  saja  ketika  terdapat  lowongan  pekerjaan.
                  Ambil    contoh    misalnya    satu-satunya  guru    matematika    pada
                  sebuah Sekolah Dasar meninggal dunia, jika harus menunggu saat
                  penerimaan  pegawai  yang  boleh  jadi  masih  memerlukan  waktu
                  berbulan-bulan,  maka  siapa  yang  akan  mengajar  matematika
                  selama  belum  ada  pengangkatan  guru  matematika  baru  pada
                  sekolah  tersebut?.  Dalam  kasus  seperti  ini   mestinya  segera
                  dilakukan   seleksi   penerimaan   guru   matematika   tanpa   harus
                  menunggu  waktu   seleksi   yang   sekali   atau   dua   kali   setahun
                  tersebut.
                  5.4.   Penempatan Pegawai
                        Penempatan  pegawai  yang  serampangan  selama  ini  juga
                  berkontribusi   terhadap   kekisruhan   menyangkut      rendahnya
                  kinerja    PNS.    Banyak    Kepala    Dinas    atau    Kepala    Kantor/
                  Badan/Lembaga   tertentu      harus   menerima   pegawai   dengan
                  keahlian yang tidak sesuai permintaan sebelumnya. Manusia  pada
                  dasarnya  memang  penuh  dengan  atau  memiliki  banyak  potensi;
                  seseorang  bisa  berenang,   lari,  bermain  catur,  badminton,  tenis
                  meja,  menyanyi,  bermain  drama  dan  lain-lain  tetapi  belum  tentu
                  yang  bersangkutan  dapat  menjadi  juara/  berprestasi  atau
                  memenangkan suatu kontes yang   diselenggarakan pada bidang-
                  bidang tersebut. Prestasi tentu akan muncul pada potensi-potensi
   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113