Page 109 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 109

104 | Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik


                 yang  terpupuk  dan  dikembangkan  secara  baik  sehingga  akan
                 melahirkan profesionalitas dan keunggulan.
                      Terkait  dengan  PNS,  setiap  PNS  dengan  latar  belakang
                 pendidikan dan ketrampilan tertentu dapat saja ditempatkan pada
                 dinas / kantor / badan / atau lembaga manapun karena memiliki
                 banyak  potensi  dasar  tetapi  pada  akhirnya  belum  tentu  yang
                 bersangkutan berprestasi dan berkinerja baik.
                      Penempatan  PNS  yang  asal-asalan  bukan  saja  berdampak
                 pada kuantitas dan kualitas kinerja yang bersangkutan akan tetapi
                 juga  dapat  mengacaukan  sistem  dan  jenis  pendidikaan  secara
                 nasional.  Seseorang  yang  menempuh  pendidikan  pada  bidang
                 keahlian  atau   program   studi   tertentu  selama   bertahun-tahun
                 menjadi  tidak   termanfaatkan   keahlian   dan   ilmunya   ketika
                 ditempatkan  pada  pekerjaan  yang  tidak  sesuai  dengan  ilmu  dan
                 keahlian yang dipelajari. Jika demikian untuk apa ada pembagian
                 bidang  keahlian  atau  program  studi  tertentu  pada  sistem
                 pendidikan  kita?.  Ajaran  “the  right  man  on  the  right  place”,  atau
                 “the  right  man  on  the  wrong  place”   perlu  kita    cermati  dan
                 renungkan    kembali   secara   mendalam     akan    makna     dan
                 konsekuensi-konsekuensi positif - negatifnya jika dipedomani atau
                 diabaikan.
                      Penempatan  awal  PNS  maupun  penempatan  dalam  jabatan
                 struktural  tertentu   berdasarkan  jenis   pekerjaan  yang  sesuai
                 dengan  persyaratan  pekerjaan/  keahlian  yang  dimilikinya  bukan
                 saja mendorong PNS untuk berkinerja baik tetapi juga menghindari
                 inefisiensi  keuangan  negara  dan  mendukung  sistem  pendidikan
                 yang “link and match”.
                      Untuk  tujuan  di  atas  maka  diperlukan  satu  unit  tertentu
                 yang  bertugas  mengawasi  penempatan  pegawai  dan  melakukan
                 seleksi  untuk  setiap  promosi  jabatan  diluar  Badan  Pertimbangan
                 Jabatan  dan  Kepangkatan  (Baperjakat)  yang  selama  ini  dinilai
                 tidak efektif.
                 5.5.   Sistem Penggajian
                      Gaji sebagai imbalan atas pekerjaan PNS masih saja menjadi
                 bahan  diskusi  yang  tetap  menarik  dibicarakan.  Betapa  tidak,
                 Kenaikan gaji PNS sebesar  10 % atau 15 % dari   sekitar 4,3 juta
                 orang  PNS  dapat  berpengaruh  terhadaap  harga  barang-barang
                 yang  dibutuhkan  oleh  sekitar  237  juta  jiwa  penduduk  Indonesia.
                 Secara matematis tidak ada keluarga PNS yang dapat hidup layak
                 dari gaji perbulan yang diterima.
                      Ambil  contoh;  seorang  pegawai  X,  sarjana  golongan  III/a
                 dengan masa kerja 0 (nol) tahun dengan seorang istri dan seorang
                 anak  akan  memperoleh  penghasilan  /  gaji  per  bulan  sebagai
                 berikut :
   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114