Page 47 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 47

42 | Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik


            beberapa   tahun   lalu,   kemudian   membuat   suatu   estimasi   dari
            kemungkinan pegawai dalam suatu pekerjaan tertentu akan tetap pada
            pekerjaannya  atau  dipindahkan,  dipromosi,  didemosi,  diberhentikan,
            atau     dipensiunkan.     Probabilitas-probabilitas    ini   biasanya
            menggambarkan aliran masa lalu pegawai pada organisasi dalam suatu
            ”matriks  transisi”  yang  dibentuk  dari  kemungkinan-kemungkinan
            perputaran pegawai,  dan aliran  pegawai  masa  akan  datang  diestimasi
            dari matriks ini. Untuk memperjelas analisis Markov dapat dilihat pada
            tabel di bawah ini.


                       Tabel 4.1 : Analisis Markov pada Suplai Sumber Daya Manusia
                                        A      B      C      D       Keluar
                      A                 0,70   0,10      -      -       0,20
                      B                 0,05   0,80   0,10      -       0,05
                      C                   -    0,10   0,75   0,05       0,10
                          D                                    -            -       0,05       0,90               0,05
                            Jumlah      A      B      C      D       Keluar
                                      Pegawai
                      A          250    175     25       -      -         50
                      B          120      6     96     12       -          6
                      C           40      -      4     30      2           4
                      D           20      -       -     1     18           1
                    Diramaikan          181    125     43     20          61
                          Sumber : Bernadin dan Russel, 1993 (beberapa perubahan)
                  Pada matriks di atas, terdapat empat tipe pekerjaan (A, B, C, dan
            D),  dari  matrix  tersebut  menunjukkan  bahwa  70  %  pegawai  A  tetap
            pada posisinya setelah satu tahun, 10 % pindah ke B, dan keluar 20 %.
            Demikian  pula  80  %  pegawai  B  tetap  pada  posisinya  setelah  satu
            tahun,   5   %   pegawai   B   pindah   ke   A,   dan   10   %   pindah   ke   C.
            Berdasarkan  prosentase  probabilitas  transisi  atau  probabilitas
            pindahan pegawai pada empat tipe pekerjaan dalam organisasi, maka
            dapat diperoleh peramalan pada tahun yang akan datang. Diramalkan
            bahwa pada tahun yang akan datang, jumlah pegawai pada pekerjaan
            A sebanyak 181 orang, dengan perincian 70 % pegawai yang tetap    (70
            % x 250 = 175), dan 5 % pegawai yang berasal dari pekerjaan B      (5 %
            x 120  = 6). Demikian pula diramalkan pada tahun yang akan datang,
            jumlah  pegawai  pada  pekerjaan  B  sebanyak  125  orang.  Dengan
            perincian  80  %  pegawai  yang  tetap  (  80  %  x  1200  =  96)  dan  10  %
            pegawai  yang  berasal  dari  pekerjaan  A(10  %  x  250  =  25),  serta  10  %
            pegawai tambahan dari pekerjaan C (10 % x 40 = 4).
            2.   Suplai eksternal
                  Tidak  semua  lowongan  pekerjaan  yang  ada  di  dalam  organisasi
            dapat dipenuhi oleh orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut.
            Tidak  terpenuhinya  kebutuhan  pegawai  di  dalam  organisasi,  maka
            organisasi mengandalkan suplai sumber daya manusia dari luar.
                  Perkiraan suplai pegawai atau tenaga kerja dapat diperoleh dari
            laporan-laporan  mengenai  ketenagakerjaan  yang  disediakan  oleh
            pemerintah, seperti Biro Pusat Statistik, Departemen Tenaga Kerja dan
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52