Page 50 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 50

Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik  | 45

                                                5



                                   REKRUTMEN PEGAWAI




                    Salah   satu   komponen   yang   tidak   kalah   pentingnya   dalam
              manajemen  sumber  daya  manusia  adalah  rekrutmen  pegawai.
              Rekrutmen pegawai yang tepat dapat meningkatkan kinerja organisasi,
              akan tetapi dapat terjadi sebaliknya bahwa kesalahan dalam rekrutmen
              pegawai   dapat   mengganggu   kinerja   organisasi.   Kesalahan   dalam
              rekrutmen    dapat    terjadi   pada   ketidaksesuaian   pengetahuan,
              keterampilan,   dan   kemampuan   seseorang   dengan   pekerjaan   atau
              jabatan yang akan dipangkunya.
                    Rekrutmen    pegawai  merupakan    tahap    awal  penambahan
              kekuatan (power)   suatu organisasi. Oleh karena itu, rekrutmen harus
              dilakukan  dengan  tepat,  karena  di  satu  sisi  dapat  menjadi  kekuatan
              bagi organisasi dan di sisi lain dapat melemahkan kekuatan organisasi
              itu  sendiri.  Ketepatan  rekrutmen  pegawai  dapat  ditunjukkan  oleh
              adanya    kesesuaian    rekrutmen    dengan    perencanaan    pegawai.
              Perencanaan  pegawai  meliputi  kuantitas  dan  kualitas  pegawai  yang
              akan  direkrut  suatu  organisasi.  Setiap  organisasi  memerlukan
              rekrutmen pegawai untuk mengisi lowongan-lowongan pekerjaan yang
              tersedia.
                    Rekrutmen  adalah  suatu  proses  yang  diawali  dengan  keinginan
              untuk mengisi lowongan pekerjaan yang tersedia sampai pada pelamar
              memasukkan berkas lamarannya. Jadi proses rekrutmen terpisah dari
              proses  seleksi.  Proses  seleksi  dilakukan  setelah  proses  rekrutmen
              dilakukan.
                    Ada  tiga  langkah  esensial  untuk  menterjemahkan  kebutuhan-
              kebutuhan pegawai yang akan datang ke dalam kebutuhan operasional
              tertentu,  yaitu,  analisis  jabatan,  data  selang  waktu  dan  yield  ratio
              (Bernardin dan Russel, 1993).
              1.   Analisis jabatan
                    Pada bab 3 telah disebutkan bahwa analisis jabatan merupakan
              suatu  proses,  metode,  dan  tehnik  untuk  memperoleh  data  jabatan.
              Analisis  jabatan  biasanya  dijadikan  pedoman  dalam  penataan
              kelembagaan  dan  perencanaan  kebutuhan  pendidikan  dan  pelatihan
              pegawai  suatu  organisasi.  Tujuan  analisis  jabatan  biasanya  untuk
              penataan  dan  pembinaan  serta  evaluasi  kelembagaan  kepegawaian,
              kebutuhan pendidikan dan pelatihan.
                    Rekrutmen     dan    perencanaan     sumber     daya    manusia
              mengandalkan   dua   aspek   dari   informasi   analisis   jabatan   yang
              mengidentifikasi     keterampilan-keterampilan       tertentu   (critical
              skills)pegawai   yang   akan   direkrut.   Pertama,   deskripsi   pekerjaan,
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55