Page 48 - BAHAN AJAR MSDM ORGANISASI PUBLIK BY JANDRY P. Z RATU KADJA, SE.,M.Si
P. 48

Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Publik  | 43



              sebagainya.  Dapat  juga  dilakukan  dengan  menganalisis  ketersediaan
              tenaga kerja di pasaran tenaga kerja.
                    Analisis lain yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan
              komputer.  Berbagai  rumus  matematika  yang  digunakan  secara
              sekaligus dalam model komputer, seperti ekstrapolasi, indeksasi, hasil
              survey.  Hasil  perhitungan  dari  komputer  ini  dapat  menunjukkan
              banyaknya kebutuhan sumber daya manusia di masa akan datang.
              Langkah Keempat : Analisis kesenjangan (gap analysis)
                    Analisis   kesenjangan   adalah    mempertemukan      peramalan
              permintaan  dan  suplai  sumber  daya  manusia.  Langkah  ini
              mengidentifikasi kekurangan dan kelebihan tenaga kerja, keterampilan
              dan pekerjaan.
                    Berdasarkan    perspektif   pemecahan,    analisis    kesenjangan
              digunakan   untuk   menentukan   MTK   dan   solusinya,   agar   dapat
              membantu  suatu  organisasi  menghadapi  masa  akan  datang.  Proses
              pengambilan keputusan ini meliputi :
              1.   Mencari alternatif-alternatif pemecahan
                    Hal  pertama  yang  perlu  diperhatikan  oleh  perencana  sumber
              daya  manusia  dalam  analisis  kesenjangan  adalah  mencari  alternatif-
              alternatif  pemecahan  masalah.  Pencarian  alternatif  pemecahan  ini
              berkisar   pada   MTK   yang   telah   diidentifikasi.   Biasanya   dalam
              pencariaan  alternatif  pemecahan  diperoleh  dari  pimpinan  organisasi,
              manajer lini, para pegawai, pelanggan, dan konsultan.
                    Berdasarkan input-input yang diperoleh, perencana sumber daya
              manusia mengidentifikasi alternatif-alternatif yang akan diambil untuk
              mengantisipasi  keadaan  masa  depan.  Alternatif-alternatif  ini  antara
              lain menyewa pegawai, menerima pegawai tetap ”full time”, dan pegawai
              paruh waktu ”part time”, melatih pegawai yang ada, dan sebagainya.
              2.   Mengevaluasi alternatif-alternatif
                    Alternatif-alternatif   yang  telah   didentifikasi   oleh   perencana
              sumber   daya   manusia   tentu  memiliki   kelemahan-kelemahan  dan
              keunggulan.   Dalam   melihat  kelemahan   dan   keunggulan   suatu
              alternatif tergantung pada MTK dihadapi oleh organisasi.
              3.   Pemilihan solusi
                    Setelah  semua  alternatif  yang  telah  dievaluasi,  maka  perencana
              sumber  daya  manusia  akan  memilih  atau  menetukan  alternatif    yang
              paling  unggul.  Dalam  penentuan  alternatif  bisa  jadi  melahirkan  satu
              alternatif  yang  terbaik,  tetapi  juga  dapat  terjadi  dengan  menetapkan
              beberapa alternatif sebagai suatu keputusan.
              Langkah Kelima : Action programming
                    Tujuan  dari  action  programming  adalah  membuat  keputusan
              tertentu  menjadi  kenyataan.  Langkah  ini  merupakan  langkah  akhir
              dari perencana sumber daya manusia. Langkah ini menentukan solusi
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53