Page 30 - PowerPoint Presentation
P. 30
menyajikan analisis perubahan incremental, kemudian menyajikan analisis
terhadap kondisi masa depan yang memungkinkan,
b. Langkah kedua dalam menentukan isu adalah mendefinisikan masalah-
masalah bisnis yang relevan, seperti kesenjangan atau beragam masalah
yang akan disikapi melalui aneka kegiatan. Banyak isu SDM yangmudah
ditentukan secara spesifik, misalnya menentukan kemampuan SDM yang
diperkirakan dapat mendukung produk atau teknologi baru. Melalui
observasi dan pengalaman para manajer dapat melihat bahwa isu-isu
tersebutperlu untuk ditanggapi. Isu-isu lainnya sangat sukar ditentukan,
sepertiisu tantangan bisnis global. Banyak pula hal yang kompleks serta
tidakada solusi, seperti menyediakan biaya bagi upaya menjaga kesehatan.
c. Langkah ketiga adalah menyeleksi isu-isu yang terpenting. Para manajer
kerap lebih suka memfokuskan perhatiannya pada hal-hal yang sedikit
penting dan mudah dilakukan. Namun demikian, mereka mulai menyadari
pentingnya menyeleksi serta memperhatikan manajemen sumber-sumber
yang terbatas. Untuk keperluan seleksi, perusahaan melakukanproses
skrining untuk membatasi isu yang mereka tengarai dapat berpengaruhbesar
pada perusahaan. Beberapa isu kadang merupakanpeluang. Proses
penentuan isu tersebut harus secara jelas. Meskipun isu-isu tersebut bias
menjadi hal penting secar keseluruhan
namun perusahaan biasanyahanya memfokuskan perhatian pada sebagian
saja, yang kira-kira lebih pentingdari yang dapat dilakukan. Karena itu
manajemen perusahaan mengadakan seleksi dalam kerangka
mempertahankan keseimbangan atau meraih keunggulan bersaing.
d. Selanjutnya langkah keempat dalam penentuan isu adalah memasukkanisu-
isu ke dalam berbagai strategi. Isu-isu SDM yang terpenting dibangundari
perubahan bisnis. Biasanya hal ini berada dalam konteks strategi bisnisdan
rencana pelaksanaan. Beberapa strategi yang terdapat dalam perubahan
bisnis adalah:
a. Mempertahankan biaya rendah dan aliran uang yangkuat.
b. Memperbaiki kualitas produk dan pelayanan.
c. Menggunakan teknologi baru secaraefektif.
21

