Page 4 - Sinar Tani Edisi 4078
P. 4

4                       Edisi 12 - 18 Maret 2025  |  No. 4078  Tahun LV


                         Dari Meja Makan






                 Lahir Generasi Emas









                                Pemerintah telah menargetkan pada tahun 2045 atau saat 100 Tahun
                       Kemerdekaan Indonesia dapat mewujudkan Generasi Emas. Generasi emas adalah
                         generasi muda yang berkualitas dan kompeten, serta memiliki daya saing tinggi.
                         Untuk mewujudkan, salah satu programnya adalah Makan Bergizi Gratis (MBG).



                        elihat  fakta  yang
                        ada,   asupan   gizi
                        bagi     masyarakat
                        memang        masih
                        menjadi masalah  di
       MIndonesia.                  Terlihat
          dari angka stunting yang cukup
          tinggi.  Stunting  bukan    hanya
          masalah kesehatan, tetapi  juga
          berdampak  sosial  dan  ekonomi.
          Untuk itu, pemerintah berusaha
          menurunkan      angka    stunting
          menjadi 17% pada tahun 2023 dan
          14% dan 21% pada tahun 2024.
            Menyoroti persoalan itu, Tabloid
          Sinar Tani akan menyelenggarakan
          webinar Generasi Emas Dimulai dari
          Meja Makan pada Rabu (5/3). Deputi
          Penganekaragaman Konsumsi dan
          Keamanan Pangan, Badan Pangan
          Nasional, Andriko Noto Susanto
          mengatakan, sesuai amanah UU
          No. 18 Tahun 2012, pemerintah
          berkewajiban        meningkatkan
          pemenuhan  kuantitas  dan  kualitas
          konsumsi pangan.
            Kualitas diukur berdasarkan skor   memang menjadi  masalah negara.     ekor ayam/hari dan Pulau Jawa        peningkatan  produksi  susu  dan
          PPH ideal 100. Dengan perincian     “Untuk memperbaiki kuantitas  dan    1/3. “Kalau dilihat secara nasional,   daging nasional, khususnya dalam
          karbohidrat  berupa   padi-padian   kualitas konsumsi  pangan,  caranya   memang ada ketimpangan. Ada         mendukung program Makan Bergizi
          50 persen, umbi-umbian 6 persen,    melalui pangan beragam, bergizi      yang    konsumsinya   tinggi,  tapi  dan Minum Susu, menuju Indonesia
          pangan hewani 12 persen, minyak     seimbang dan aman (B2SA) dan         banyak juga yang sangat sedikit,”    Emas 2045.
          dan lemak 10 persen, buah/biji      pengembangan          pengetahuan    katanya.                                Jadi kata Boethdy, pemerintah
          berminyak   3   persen,   kacang-   masyarakat terkait konsumsi pangan      Rendahnya    konsumsi   protein   mengajak, terutama pelaku usaha
          kacangan 5 persen, gula 5 persen,   B2SA,” kata Andriko.                 menurut Anton, berdampak pada        untuk bisa ikut berpartisipasi dalam
          buah-buahan dan sayuran 6 persen       Bagaimana                  cara   daya   tahan   tubuh   masyarakat.   mendukung     penyediaan   produk
          dan lain-lain 3 persen.  “Skor PPH   memperbaikinya?      “Salah  satu   Efeknya,     tingkat    kecerdasan   peternakan, khususnya susu dan
          kita saat ini sudah mendekati ideal,   caranya dengan diversifikasi pangan.   menjadi  kurang  dan  menurunkan   daging sapi. ”Sejak awal tahun
          secara nasional 93,5,” katanya.     Indonesia memiliki keberagaman       daya saing.  Karena itu, ia berharap   2024 kita sudah melakukan suatu
            Sedangkan     kuantitas  diukur   pangan lokal yang berpotensi besar   adanya kampanye  nasional  untuk     penguatan     dengan     mengajak
          dari angka konsumsi energi (AKE).   dalam implementasi pola makan        meningkatkan    konsumsi   protein   stakeholder   dan   pelaku   usaha
          Saat ini AKE masyarakat Indonesia   beragam, bergizi seimbang dan        hayati.                              peternakan,” katanya
          diangka 2052 kkal/kapita/hari atau   berkelanjutan,” tuturnya.                                                   Untuk meningkatkan produksi
          97,7% terhadap AKE ideal 2100 kkal/    Sementara itu Komisaris Utama        Daging dan Susu Masih Defisit     susu, menurut Boethdy, sudah ada
          kapita/hari. ”Kita terlalu belebihan   PT. Sreeya Indonesia, Antonius J. Supit   Boethdy  Angkasa,    Ketua   pelaku usaha yang mau berinvestasi,
          mengonsumsi    padi-padian   yang   mengatakan, kualitas SDM memang      Kelompok Pengolahan Direktorat       khususnya peternakan sapi perah, dari
          mencapai 55,8 persen dan kurang     ditentukan dari meja makan, salah    Hilirisasi  Hasil  Peternakan  Ditjen   skala besar maupun skala menengah
          makan umbi-umbian dan kacang-       satunya produk peternakan. “Saya     Peternakan dan Kesehatan Hewan       dan skala kecil.  Sedangkan untuk
          kacangan. Ini harus dikelola dengan   pernah mengikuti diskusi soal daya   mengakui, dari data yang ada       meningkatkan produksi daging sapi,
          baik agar mencapai angka ideal,”    saing. Daya saing bangsa ditentukan   produksi daging dan susu dalam      pemerintah membuka kesempatan
          tuturnya.                           kesehatan, sedangkan kesehatan       negeri masih defisit. Untuk susu dari   impor sapi indukan.
            Secara umum  pola konsumsi        ditentuan   daya    tahan   tubuh.   kebutuhan mencapai 4,7 juta ton,        ”Alhamdulillah    kita   sudah
          pangan masyarakat belum B2SA.       Daya tahan tubuh ditentukan dari     produksi dalam  negeri  hanya  1  juta   ada komitmen dari hampir 78
          Terlihat dari tingginya konsumsi    makanannya. Salah satunya protein    ton.  Artinya  ada  defisit  hingga  3,7   pelaku usaha yang siap untuk
          gula,  garam  dan  Lemak  (GGL)  dari   yang sangat menentukan,” ujarnya.  juta ton.                          mendatangkan sapi perah maupun
          makanan    cepat  saji,  minuman       Dibandingkan dengan negara           Begitu juga dengan daging sapi,   sapi potong indukan yang diharapkan
          kemasan,   gorengan,   dan   ultra   tetangga lainnya, menurut Anton,    dengan kebutuhan sebanyak 770        bisa    mendorong     peningkatan
          processed food.  Selain itu, kurang   konsumsi protein, terutama daging   ribu ton, produksi dalam negeri     produksi daging,” katanya.
          konsumsi sayur dan buah dan         ayam  masyarakat  Indonesia  masih   hanya 370 ribu ton, sehingga ada        Namun     diakui,   perlu   ada
          umbi-umbian,   sehingga    kurang   sangat rendah hanya 12-13 kg/kapita/  kekurangan sekitar 400 ribu ton.    penguatan, terutama terkait dengan
          serat. “Konsumsi beras juga masih   tahun, bahkan ada masyarakat yang    “Untuk daging dan telur ayam, kita   kesejahteraan peternak. Selain itu
          cukup tinggi, meski dalam lima      mengonsumsi  daging  ayam  2-3       sudah surplus. Daging ayam kita      juga  terkait  dengan  ketersediaan
          tahun terakhir  mulai  mengalami    kali  setahun.  Sedangkan  Malaysia   surplus 120 ribu ton dan telur 170 ribu   lahan, Kementerian Pertanian melalui
          penurunan,” katanya.                konsumsi daging ayam 51 kg, Thailand   ton,” katanya.                     Ditjen  Peternakan  dan Kesehatan
            Kondisi    tersebut   membuat     28 kg dan Vietnam mencapai 5,7 kg,      Memperhatikan            peran,   Hewan telah bekerjasama dengan
          banyak masyarakat yang overweight,   belum termasuk daging lain.         permasalahan,    tantangan     dan   berbagai      kementerian/lembaga
          under   nutrition,  dan  defisiensi    Anton memperkirakan konsumsi      peluang    subsektor    peternakan   untuk  memitigasi  potensi  lahan
          mikronutritien. Dampaknya adalah    daging  ayam  terbesar  1/3  berada  di   pada 10 tahun kedepan, Boethdy   yang  clean  dan  clear yang  nantinya
          kurang gizi mikro. Hal ini diakui,   wilayah Jabodetabek atau 1,6 juta   mengatakan, diperlukan percepatan    ditawarkan ke pelaku usaha. Yul
   1   2   3   4   5   6   7   8   9