Page 7 - Sinar Tani Edisi 4078
P. 7

7
                                                                                        Edisi 12 - 18 Maret 2025  |  No. 4078  Tahun LV


                                                      Antonius J. Supit:

                      Kampanyekan Konsumsi




                                          Protein Hewani







                                “Saya pernah mengikuti diskusi soal daya saing bangsa dengan Menteri
                                Kesehatan, bahwa daya saing bangsa ditentukan kesehatan, sedangkan
                             kesehatan ditentukan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh ditentukan dari
                         makanannya. Kalau setiap hari makannya instant noodle, apa yang kita harapkan.”



                     capan   terlontar  dari  yang harus diperhitungkan dan harus
                     Komisaris Utama PT.      diperhatikan. Tentunya disuguhkan
                     Sreeya Sewu Indonesia,   di meja makan,” ungkapnya.
                     Antonius J. Supit. Dari     Anton mengambil contoh di
                     ungkapan      tersebut,  negara-negara maju, seperti Amerika
       UAnton                Supit,  sapaan   Serikat, tingkat konsumsi protein
          akrabnya  mengakui  bahwa  kualitas   hewani cukup tinggi.  Bahkan tidak
          SDM  memang sangat  ditentukan      ada hari, tanpa telur ayam. ”Kita
          dari meja makan, salah satunya      bisa lihat kesana, kalau tidak omlet,
          protein hewani.                     ada telur mata sapi dan macam-
            Membandingkan dengan negara       macam jenis olahan telur. Mereka
          tetangga lainnya, Anton mengaku     juga mengonsumsi daging yang
          masih sangat rendah. Pasalnya,      luar biasa. Kalau tidak daging ayam,
          konsumsi protein, terutama daging   daging lainnya, juga konsumsi susu,”
          ayam  masyarakat  Indonesia  masih   katanya.
          sangat rendah hanya 12-13 kg/kapita/   Karena    itu,   Anton    Supit
          tahun, bahkan ada masyarakat yang   mengakui,  sangat  prihatin  dengan
          mengonsumsi daging ayam 2-3 kali    kondisi konsumsi protein hewani di
          setahun.                            Indonesia. Saat  dirinya  berkunjung
            “Kalau dilihat secara nasional,   ke Warung Kiara, Sukabumi, lokasi
          memang ada  ketimpangan.  Ada       percontohan Program Makan Bergizi
          yang  konsumsinya  tinggi  hingga   Gratis, ada anak-anak sekolah ketika
          50 kg, tapi banyak juga yang sangat   diberikan  daging, ternyata  tidak
          sedikit. Karena dibagi rata-rata jadi   dimakan. Begitu juga susu yang
          hanya 11-12 kg/kapita/tahun,” katanya.  diberikan malah dibawa pulang.
            Angka tersebut menurut Anton         Namun     di   sisi  lain,  ada
          Supit,  jauh  dibandingkan  Malaysia   masyarakat  sampai  membuang
          yang konsumsi daging ayamnya        makanan, termasuk banyak terjadi
          mencapai    52    kg/kapita/tahun,  di restoran. Karena itu, Anton juga
          Thailand 8,7 kg/kapita/tahun dan    mengingatkan kepada masyarakat
          Vietnam  mencapai 20 kg/kapita/     ketika makan mengambil sesuai
          tahun, belum termasuk daging lain.  dengan    kemampuan.     Kalaupun
            Anton memperkirakan konsumsi      mengambil  atau  membeli  makan
          daging ayam terbesar 1/3 atau       harus habiskan.
          30  persen   berada   di  wilayah      ”Karena   dengan    membuang-        Swasta Bantu Masyarakat           tidak    memperhatikan,     Anton
          Jabodetabek atau 1,6 juta ekor ayam/  buang makanan kita mengambil hak      Anton     juga    menghimbau      mengkhawatirkan akan menjadi
          hari dan Pulau Jawa 1/3. Rendahnya   orang miskin untuk mendapatkan      pengusaha    dan    swasta   untuk   beban bangsa. Pasalnya, ke depan
          konsumsi protein berdampak pada     makanan bergizi. Ini juga harus      membantu masyarakat yang tidak       akan  makin  banyak masyarakat
          daya  tahan   tubuh   masyarakat.   kita kampanye bahwa makanlah         beruntung  agar  mereka minimal      yang tidak beruntung. ”Jadi protein
          Efeknya, tingkat kecerdasan menjadi   secukupnya. Jangan sampai kita     mendapat hak paling mendasar         hewani ini sangat-sangat strategis.
          kurang dan menurunkan daya saing.     membuang makanan, karena masih     yaitu hak hidup yang mempunyai       Karena itu saya sampaikan kepada
            ”Secara istilahnya mereka tetap   banyak saudara kita tidak makan,”    standar layak. ”Jadi begini kalau    pengusaha      perunggasan     dan
          masuk dalam kategori kemiskinan     katanya.                             sekedar hidup saja kan tidak cukup.   protein hewani bahwa usaha ini
          struktural. Meski sekolahnya tamat,    Hal lain yang menurut Anton       Kalau hidup tetapi tidak cukup       mempunyai     fungsi  sosial  yang
          tetapi  karena  konsumsi   protein  menarik untuk mendapat perhatian     mengonsumsi      protein   hewani    tinggi,” katanya.
          hewannya atau protein nabati juga   adalah studi Prof. Dr. Iwan Jaya     dan nabati, kasihan mereka akan         Mengapa fungsi sosialnya tinggi?
          kurang, sehingga tentunya akan      Azis di NTT. Ada satu desa yang      terjebak dan tidak mempunyai daya    Anton  menegaskan,  jika  industri
          kalah bersaing dengan orang-orang   tidak terjangkau bantuan sosial      saing,” tuturnya.                    peternakan  makin  efisien,  maka
          lain,” tuturnya.                    (Bansos),  tapi  tumbuh    human        Jika pengusaha dan swasta bisa    harga protein hewani akan murah,
            Dampaknya,       mereka    yang   capital, sehingga tidak ada stunting.   membantu   masyarakat   dengan    sehingga masyarakat bisa  membeli
          kurang mengonsumsi protein akan     ”Stunting itu bisa jadi karena       memberikan protein hewani atau       dengan harga terjangkau. Untuk
          terjebak dalam pekerjaan-pekerjaan   memang masyarakat tersebut tidak    nabati,  maka tentunya  kompetensi   itu  ia juga  berharap  agar  kebijakan
          yang tidak memerlukan kepintaran    beruntung.   Tetapi  kalau   hanya   mengenai     keahlian  dan    daya   pemerintah  yang membuat harga
          atau  hanya  mengandalkan  fisik.   mengharapkan bansos semua, saya      saing bisa meningkat. Paling tidak   produk ternak menjadi mahal seperti
          Jika orangtuanya bekerja sebagai    kira juga ya mohon maaf kurang       atau minimal, pelaku usaha ikut      perizinan  yang  terlalu complicated
          buruh, maka anaknya juga nanti      mendidik juga,” ungkapnya.           mengkampanyekan        pemenuhan     supaya dibenahi.
          meneruskan menjadi buruh dan           Apalagi     menurut       Anton   kebutuhan dasar yaitu makanan           ”Kita harus membuat harga
          seterusnya.                         Supit,    dengan      kemampuan      bergizi.                             semurah      mungkin,     sehingga
                                              fiskal  pemerintah  yang  sekarang      ”Katakanlah yang tersedia di meja   bisa   dijangkau     masyarakat
            Kampanye Nasional                 lagi  kesulitan,  sehingga  terjadi  itu adalah makanan yang memenuhi     agar kebutuhan protein hewani
            Karena   itu,  Anton   berharap   penghematan      sebaiknya    daya   standar minimal agar orang itu       terpenuhi,” tegasnya. Karena itu
          adanya kampanye nasional untuk      juang atau human capital  yang       bisa survive. Minimal mempunyai      Anton     mengingatkan      bahwa
          meningkatkan   konsumsi    protein  ada  di  masyarakat  dibangkitkan.     kemampuan daya tahan tubuh dan     masalah ini menjadi PR bersama
          hayati. “Jadi yang perlu dilakukan   ”Semangat bangsa kita itu terkenal   tingkat intelektual atau kepintaran   bagaimana harga protein menjadi
          sekarang adalah bagaimana kita      dengan gotong-royong. Jadi jangan    dan kecerdasannya yang memadai,      murah. ”Kita harus kampanye hidup
          kampanye meningkatkan konsumsi      semua mengharapkan nanti akan        sehingga bisa survive,” paparnya.    yang sehat dan mulai memikirkan
          protein  hewani  untuk  kemajuan    turun dana pemerintah dan lain-         Jika     persoalan     tersebut   masa    depan    anak-anak    kita,”
          anak-anak. Protein hewani Inilah    lain,” katanya.                      pemerintah    dan   semua    pihak   tambahnya. Yul
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12