Page 5 - Sinar Tani Edisi 4078
P. 5

B2SA
                                                                                        Edisi 12 - 18 Maret 2025  |  No. 4078  Tahun LV                 5












                                                         di Meja Makan










                                                              Masa depan bangsa ada di meja makan kita. Jika dulu ada istilah 4
                                                           Sehat, 5 Sempurna. Kini ada istilah baru Beragam, Bergizi Seimbang,
                                                                dan Aman (B2SA). Pola konsumsi B2SA menjadi kunci mencetak
                                                               Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.




                        asalah  gizi  masih
                        menjadi tantangan     Fakta
                        besar di Indonesia.   Konsumsi
                        Salah satu indikator   Pangan
                        utamanya     adalah
       Mtingginya                    angka    2024
          stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh
          akibat kekurangan gizi kronis sejak
          dalam   kandungan    hingga  usia
          dua tahun. Stunting tidak hanya
          berdampak pada kesehatan, tetapi
          juga mempengaruhi perkembangan
          kognitif dan produktivitas ekonomi di
          masa depan.
            Pemerintah         menargetkan
          penurunan angka stunting menjadi
          17%  pada  tahun  2023  dan  14%-21%
          pada tahun 2024 sebagai bagian dari
          upaya membangun Generasi Emas
          2045 yaitu generasi yang berkualitas,
          kompeten, dan berdaya saing tinggi.
            Untuk mencapai hal tersebut,
          perbaikan gizi masyarakat menjadi
          kunci utama. Salah satu langkah     Indonesia mencapai 2.052 kkal/       gangguan tumbuh kembang, hingga      nabati menempati 1/6 bagian piring.
          strategis adalah Program Makan      kapita/hari (97,7% dari standar ideal).  menurunnya daya tahan tubuh.     Sisanya, 1/6 untuk buah-buahan yang
          Bergizi  Gratis,  yang  bertujuan      “Beberapa kebiasaan yang masih                                         juga kaya akan vitamin dan mineral.
          meningkatkan asupan nutrisi bagi    terjadi  di  masyarakat  menunjukkan    Apa Isi Piringku                  Dengan  komposisi  ini  memberikan
          kelompok  rentan,  terutama  anak-  pola konsumsi yang kurang sehat.        Andriko mengatakan salah  satu    keseimbangan  nutrisi  yang  optimal
          anak.                               Tingginya konsumsi Gula, Garam,      solusi  untuk   memperbaiki   pola   bagi tubuh.
            Menurut                  Deputi   dan Lemak (GGL) menjadi perhatian    konsumsi pangan adalah diversifikasi    Strategi  lain  adalah  fortifikasi
          Penganekaragaman        Konsumsi    utama, terutama karena banyaknya     pangan,      yakni     mengurangi    pangan, seperti penambahan zat
          dan  Keamanan     Pangan   Badan    makanan     cepat  saji,  minuman    ketergantungan pada satu jenis       besi dan vitamin pada beras untuk
          Pangan   Nasional,  Andriko  Noto   kemasan, gorengan, dan makanan       bahan makanan (seperti beras) dan    membantu      mengurangi     kasus
          Susanto,   pemerintah    memiliki   ultra-proses yang dikonsumsi sehari-  beralih ke sumber pangan lain yang   anemia. Suplementasi gizi juga
          kewajiban  untuk    meningkatkan    hari,” tuturnya.                     lebih beragam. “Indonesia memiliki   dilakukan  melalui  pemberian tablet
          kualitas  dan  kuantitas  konsumsi     Selain itu, konsumsi sayur dan    kekayaan pangan lokal yang dapat     tambah darah bagi remaja putri
          pangan masyarakat sebagaimana       buah    masih   tergolong  rendah,   dioptimalkan   untuk   mendukung     dan ibu hamil guna mencegah
          diamanatkan dalam UU No. 18 Tahun   menyebabkan kurangnya asupan         pola makan yang lebih sehat dan      kekurangan zat besi yang dapat
          2012 tentang Pangan.                serat serta vitamin esensial yang    berkelanjutan,” ujarnya.             berdampak pada kesehatan ibu dan
            Kualitas konsumsi pangan diukur   dibutuhkan  tubuh.    Di  sisi  lain,   Pemerintah       juga      telah  anak.
          menggunakan  Skor Pola  Pangan      ketergantungan    terhadap   beras   meluncurkan Peraturan Presiden          Di samping itu, perbaikan sanitasi
          Harapan (PPH) dengan nilai ideal    masih cukup tinggi, meskipun dalam   (Perpres) No. 81 Tahun 2024 tentang   dan akses air bersih juga menjadi
          100. Saat ini, skor PPH Indonesia telah   lima tahun terakhir konsumsi beras   Percepatan  Penganekaragaman   faktor krusial. Pasalnya, gizi yang
          mencapai 93,5, yang berarti sudah   mulai mengalami penurunan.           Konsumsi Pangan Berbasis Sumber      baik tidak hanya bergantung pada
          cukup mendekati standar ideal.         Akibat dari pola makan yang tidak   Daya Lokal, yang mendorong daerah   makanan, tapi juga pada lingkungan
            Komposisi   ideal  pola  makan    seimbang ini, banyak masyarakat      untuk memanfaatkan potensi pangan    yang bersih dan sehat. Peningkatan
          menurut  Pola Pangan  Harapan       mengalami      malnutrisi   ganda.   lokal mereka. “Agar masyarakat lebih   edukasi gizi menjadi langkah penting
          (PPH) terdiri dari 50% padi-padian   “Sebagian mengalami overweight      mudah  mengadopsi  pola  makan       agar masyarakat lebih memahami
          sebagai sumber karbohidrat utama.   atau    kelebihan   berat   badan,   sehat, pemerintah mengembangkan      pentingnya pola makan yang sehat
          Sementara,  umbi-umbian     hanya   sementara sebagian  lainnya masih    konsep “Isi Piringku”, yang merupakan   dan seimbang. Edukasi ini berperan
          6%, pangan hewani 12%, minyak       mengalami    under-nutrition  atau   panduan komposisi makanan dalam      besar dalam membentuk kebiasaan
          dan  lemak  10%,  kacang-kacangan   kurang gizi,” ujarnya saat webinar   satu kali makan,” jelasnya.          makan yang baik sejak usia dini.
          dan gula masing-masing 5%, buah-    Generasi Emas Dimulai dari Meja         Menurut  Andriko, dalam konsep       Mewujudkan Generasi Emas 2045
          buahan dan sayuran 6%, dan lainnya   Makan yang diselenggarakan Tabloid   ini, piring makan sebaiknya diisi   bukan  hanya  menjadi  tanggung
          3%.                                 Sinar Tani, Rabu (6/3).              dengan berbagai jenis makanan        jawab   pemerintah,   tetapi  juga
                                                 Selain itu, defisiensi mikronutrien   dalam  proporsi  yang  seimbang.   memerlukan peran aktif masyarakat,
            Pola Konsumsi Tak Sehat           atau hidden hunger juga menjadi      Sebagian besar, yaitu sepertiga      dunia    usaha,   akademisi,   dan
            Andriko melihat pola konsumsi     tantangan, terutama kekurangan       piring, terdiri dari makanan pokok   berbagai pemangku kepentingan
          masyarakat  masih   belum   ideal.  zat besi, yodium, dan vitamin A yang   yang menjadi sumber karbohidrat    lainnya. Kesadaran pentingnya gizi
          Kuantitas  konsumsi  pangan  diukur   berdampak  pada  kesehatan  secara   utama.                             harus dimulai dari lingkup keluarga,
          berdasarkan   Angka    Kecukupan    keseluruhan.  Data  Badan Pangan        Sayuran yang kaya akan vitamin    dengan  edukasi  mengenai  pola
          Energi  (AKE),  dengan    standar   Nasional, angka kurang gizi mikro    dan    mineral  sebanyak    1/3-nya.  makan sehat yang diberikan sejak
          ideal  2.100  kkal/kapita/hari. Saat   di Indonesia masih cukup tinggi,   Sedangkan,   lauk  pauk   sebagai   dini, baik di sekolah maupun di
          ini, konsumsi energi masyarakat     yang  berdampak  pada  anemia,       sumber protein, baik hewani maupun   lingkungan masyarakat.  Gsh/Yul
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10