Page 38 - E-Modul Kebijakan Cultuurstelsel Belanda di Karesidenan Madiun
P. 38
37
3
Dampak Pelaksanaan Kebijakan
Cultuurstelsel Di Karesidenan Madiun
Pada tahun 1850-an mulai berkembang paham
Liberalisme di Negara Belanda. Paham tersebut juga
berkembang di Hindia Belanda seiring munculnya
kritikan-kritikan yang dilakukan oleh golongan Liberalis
dan Humaniter. Berbagai kritikan terhadap kebijakan
Cultuurstelsel dilakukan oleh golongan Liberalis yang tidak
memiliki kedudukan politik namun ingin menanamkan
modalnya di Hindia Belanda. Selain itu golongan Liberalis
juga menuntut hal lain yaitu : Pertama, Usaha dan modal
swasta mempunyai peluang di Hindia Belanda Kedua,
melindungi hak milik petani atas tanah mereka dan hanya
memperbolehkan orang-orang asing untuk menyewa
(Undang-Undang Agraria 1870). Ketiga, penetrasi
ekonomi uang khususnya di daerah Jawa sebagai akibat
dari adanya politik pintu terbuka bagi modal swasta/asing.
Empat, meluasnya tanaman perdagangan dan impor
barang-barang industri dari Belanda (Salindri : 138).
Pada tahun 1870, Undang-Undang Agraria mulai
diberlakukan di Hindia Belanda. Hal tersebut mendorong
tumbuhnya modal-modal pertanian dan perkebunan
swasta. Namun penyewaan tanah dan penanaman modal

