Page 59 - PEMBINAAN POSTULAN
P. 59
Pembinaan Postulan
dipilih oleh Bapa Yang Mahakudus di surga
dan dikuduskan oleh Dia,
bersama dengan Putra terkasih-Nya
yang Mahakudus
serta Roh Kudus, Penghibur,
di dalam dirimu dahulu dan sekarang
ada segala kepenuhan rahmat dan segala yang baik
Salam, istana-Nya;
Salam, kemah-Nya;
Salam, rumah-Nya;
Salam, pakaian-Nya;
Salam, hamba-Nya;
Salam, Bunda-Nya;
serta kamu semua, keutamaan yang suci,
yang oleh rahmat dan penerangan Roh Kudus
dicurahkan ke dalam hati kaum beriman,
untuk membuat mereka yang tidak setia
menjadi setia kepada Allah.
Kata salam diucapkan berkali-kali, sebagai ungkapannya bahwa Sto. Fransiskus sangat terkesan hatinya oleh
segala kesediaan Maria melaksanakan kehendak Allah. Bunda Maria adalah Bunda Gereja, tempat kediaman-
Nya, rumah-Nya. Dalam diri Yesus, seluruh kepenuhan Allah berkenan diam dalam tubuhnya (bdk. Kol.
1:19,2:9), yang Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad (Syahadat Panjang).
Kembali salam diungkapkan 3 kali,
pertama; istana sebagai ungkapan istana Kerajaan Allah Manusia, yakni tabernakel “Akulah roti
kehidupan yang turun dari surga” (Yoh. 6: 35-48)
kedua; kemah, dan ketiga; rumah, karena Firman yang menjadi daging itu berkenan berkemah
(terjemahan harafiah) atau diam (terjemahan bebas) di antara kita (Yoh. 1:14)
Kemudian salam 3 kali lagi, pertama pakaian-Nya, yakni sabda yang menjadi daging, daging
merupakan Inkarnasi Allah. Salam hamba-Nya, Bunda Maria adalah hamba Tuhan (Luk. 1:38) dan
salam terakhir untuk Bunda-Nya, tidak lain adalah untuk Bunda Maria sebagaimana diucapkan
Elisabet. (Luk. 1:45)
Selanjutnya Sto. Fransiskus terarah pada Bunda Maria, sebagai orang yang sangat percaya atas sabda Tuhan,
dan pesannya kepada semua saja warga Gereja agar mencontoh cara hidup dan rasa percaya pada sabda
Allah.
Santo Fransiskus berkesimpilan bahwa Marai hamba kecil yang mampu:
........Janganlah mereka merasa malu,
Tetapi lebih baik mereka ingat bahwa Tuhan kita Yesus kristus,
Putera Allah yang hidup dan Mahakuasa
membuat wajah-Nya bagaikan batu yang terkeras
dan tidak pernah merasa malu;
Ia menjadi miskin dan penumpang dan hidup dari sedekah,
baik Dua sendiri maupun Santa Perawan Maria
dan murid-murid-Nya. (AngTBul. IX, 4-5)
Bunda Maria merendah sebagai hamba Allah karenany Roh Kudus menaunginya, dan Allah berkenan
17
meninggikannya demikian pendapat Sto. Fransiskus yang diungkapkan oleh Thomas dari Celano .
Terhadap ibunda Yesus,
17 Trans ke bhs Indonesia oleh sdr. Frans Indrapraja Ofs dari Sdr. Placid Hermann OFM
79