Page 58 - PEMBINAAN POSTULAN
P. 58
Pembinaan Postulan
Paus Yohanes Paulus II dalam Surat Ensiklik Redemtoria Mater, tertanggal 25 Maret 1987 kembali
meneguhkan bahwa Bunda Maria adalah Bunda Gereja, karena melahirkan Yesus Kristus, sebagai
kepala dan dasar gereja, yang senantiasa bersatu dengan gereja itu sendiri.
4. SPIRITUALITAS FRANSISKAN
Sto. fransiskus memandang orang-orang kudus sebagai suatu kesatuan yang besar, dikarenakan iman mereka
membawa kepada cinta kasih sejati pada Tuhan dan Bunda Maria sebagai yang terdepan dan yang paling
utama.
Rasa hormatnya tercermin dalam Anggaran Dasar dan Cara Hidup Ordo Fransiskan Sekular Pasal II, 9:
Perawan Maria, hamba Tuhan yang rendah hati,
yang terbuka kepada Sabda dan semua dorongan-Nya,
dirangkul oleh Fransiskus dengan cinta yang tak terkatakan dan
dinyatakan sebagai Pelindung dan Pembicara baik bagi keluarganya.
Para Fransiskan Sekular seharusnya memperlihatkan cinta mereka
yang berkobar-kobar terhadap dia,
dengan meneladani kerelaan hatinya yang utuh dan
doanya yang bersungguh-sungguh serta penuh kepercayaan
Bunda Maria sebagai penyambung lidah Fransiskan Sekular, jadi tidaklah salah bila warga OFS senantiasa
bernaung pada Bunda-Nya dan mengajukan permohonan pada Tuhan Allah mellaui Bunda Maria. Sudah
sepantasnya bila Bunda Maria menjadi suri teladan hidup kita. Dengan berpasrah diri pada kerahiman ilahi
sebagaimana Bunda Maria. Meskipun sebagai ibunda Allah, ia tetap hidup miskin dan sederhana, ia tidak
pernah memberontak, menangis apalagi menangis darah.
Saudara Leo dalam Kisah Ketiga Sahabat pasal V menuliskan:
Pada suatu ketika tengah makan-makan, seorang saudara menyatakan bahwa Santa Perawan amat
miskinnya, sehingga ia nyaris tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepada Putera, Tuhan kita.
Mendengar itu, Fransiskus mengesah dengan amat terharu hatinya dan meninggalkan meja, lalu memakan
rotinya sambil duduk di lantai.
Sto. Fransiskus menyadari bahwa Yesus Kristus itu Putera Allah yang amat kaya raya, namun berkenan
menjadi manusia yang amat miskin (bdk. 2 Kor. 8:9 & Flp. 2:6-11) selaras dengan pesannya pada Sta. Klara:
Aku, saudara Fransiskus,
orang kecil ini mau mengikuti hidup
dan kemiskinan Tuhan kita Yesus Kristus Yang Mahatinggi
serta ibu-Nya yang tersuci,
dan mau bertekun di dalamnya hingga akhir/
Juga kamu,
tuan putriku, kuminta dan kunasehati,
agar kamu senantiasa hidup menurut
hidup dan kemiskinan yang amat suci.
Dan jagalah dirimu baik-baik agar untuk selamanya jangan sampai
kamu menyimpang sedikitpun darinya,
entah karena pengaruh ajaran ataupun karena nasehat siapapun.
Menyadari kekurangannya, maka Sto. Fransiskus senantiasa berlindung kepada Bunda Maria dengan doa
yang penuh makna teologis:
Salam, Tuan Putri, Ratu Suci,
Santa Bunda Allah, Maria.
Engkau adalah perawan yang dijadikan Gereja
78