Page 53 - PEMBINAAN POSTULAN
P. 53
Pembinaan Postulan
Selaras dengan Anggaran Dasar dan Cara Hidup Ordo Fransiskan Sekular yang menekankan mengikuti Yesus
Kristus seturut jejak langkah Sto. Fransiskus, maka patut kita mengikuti perasaannya, rasa hormatnya
terhadap sakramen-sakramen, dan ini merupakan sebagian dari cara hidup para OFS.
Sebagai saudara-saudara dan saudari petobat mereka,
karena panggilanya dan terdorong oleh dinamika Injil,
hendaknya menyerukan cara berpikir
dan bertingkah laku mereka dengan Kristus
melalui jalan pertobatan batin yang mendasar dan sempurna,
yang oleh Injil disebut Conversio;
karena kelemahan manusiawi,
tobat itu perlu mereka jalankan setiap hari
Pada jalan pembaharuan ini Sakramen Pengakuan
merupakan tanda istimewa kerahiman Bapa dan sumber rahmat.
(AD OFS Pasal II artikel 7)
Bapa Fransiskus memiliki rasa terima kasih serta hormat yang luar biasa khususnya pada Sakramen Ekaristi
dan Sakramen Tobat, tidak hanya terbatas pada devosi lahiriah belaka, namun juga devosi batiniah. Rasa
hormat terhadap Ekaristi timbul dari penghayatan imannya akan seluruh karya penyelamatan Allah bagi
umat-Nya. Karya penyelamatan bagi umat manusia sebagaimana dilakukan-Nya semasa Ia masih di
panggung sejarah manusia, kepergian-Nya meninggalkan Gereja, dan sakramen sebagai penggantinya.
Peribatan dan menerima tubuh serta darah Kristus dalam Ekaristi, mengartikan bahwa secara tegas adanya
pembaharuan kenangan atas sengsara-Nya, bagi karya penyelamatan manusia.
Sto. Fransiskus secara tegas mengutarakan tentang Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat sebagai berikut:
Namun hal itu tidak boleh membuat lalai untuk pergi kepada seorang imam karena hanya para
imam saja yang diberi kuasa mengikat dan melepaskan. Setelah menyesal dan mengaku secara
demikian, mereka hendaknya menyambut tubuh dan darah Tuhan kita Yesus Kristus dengan amat
rendah hati dan penuh hormat, dengan mengingat apa yang difirmankan Tuhan: “Siapa makan
daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal”;
dan lagi
“Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku”.
(AngTBul Pasal XX)
Dan secara tegas kembali Bapa Fransiskus juga mengutarakan:
Maka dengan sungguh-sungguh aku menasehati kamu,
tuan-tuanku, agar menyingkirkan segala kesibukan
dan kecemasan, dan dengan rela hati menyambut
Tubuh dan Darah Mahakudus Tuhan kita Yesus sebagai peringatan akan Dia.
(SurPim 6)
Demikian pula dalam surat-suratnya yang ditujukan kepada Orang Beriman, secara tegas dituliskan:
Adapaun kehendak Bapa-Nya ialah
supaya Putra-Nya yang terpuji dan mulia,
yang telah diberikan-Nya kepada kita dan telah lahir bagi kita,
mempersembahkan diri-Nya dengan penumpahan darah-Nya sendiri,
sebagai kurban dan persembahan di altar salib
Bukan bagi diri-Nya sendiri,
yang oleh-Nya segala sesuatu dijadikan,
tetapi bagi dosa-dosa kita,
sambil meninggalkan teladan bagi kita,
agar kita mengikuti jejak-Nya.
Ia menghendaki agar kita semua diselamatkan melalui Dia,
73