Page 52 - PEMBINAAN POSTULAN
P. 52

Pembinaan Postulan
               Dengan Sakramen Tobat mereka mendamaikan para pendosa dengan Allah dan Gereja. dengan Minyak
               orang sakit, mereka meringankkan para penderita penyakit. (PO No. 5)

        3.  KONSILI LATERN IV
            Dalam Konsili Latern IV, yang juga dihadiri oleh Fransiskus banyak menyoroti tentang ajaran resmi Gereja,
                                                                   14
            khususnya Ekaristi; dengan sangat tegas dalam konstitusi  antara lain memutuskan bahwa:
            “Sesungguhnya ada satu gereja orang beriman yang di luarnya sama sekali tidak ada yang diselamatkan.
            Di dalam gereja itu, Yesus Kristus adalah imam dan sekaligus kurban yang Tubuh dan Darah-Nya dengan
            sesungguhnya berada dalam Sakramen Ekaristi di bawah rupa roti dan anggur, sebab roti diubah menjadi
                     15
            substansi   Tubuh  dan  anggur  menjadi  substansi  Darah  oleh  kuasa  ilahi,  agar  untuk  mencapai  misteri
            kesaatuan  kita  menerima  dari  kepunyaan-Nya  apa  yang  telah  diterima-Nya  dari  kepunyaan  kita.  Dan
            sakramen ini hanya dapat diadakan oleh imam yang ditahbiskan dengan sah sesuai dengan kuasa kunci
            Gereja yang telah diberikan oleh Yesus Kristus sendiri kepada para Rasul dan penggantinya.” (Konstitusi,
            1)

            “Kami tidak sudi membiarkan kenyataan  bahwa sementara rohaniwan menaruh  d dalam Gereja-gereja
            barang-barangnya sendri dan barang-barang orang lain, sehingga Gereja-gereja lebih nampak sebagai
            rumah-rumah orang awam daripada tempat kediaman Allah tanpa memperhatikan kenyataan bahwa Tuhan
            “tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah”. (Mrk. 11:16)

            “Juga ada yang lain tidak hanya tidak memelihara Gereja-gerejanya melainkan juga membiarkan cawan-
            cawan, pakaian para pemimpin upacara dan kain altar dan bahkan korporale demikian kotornya sehingga
            kadang-kadang mengejutkan sementara orang. Karena cinta untuk rumah Allah menghancurkan kita (bdk.
            Mzm. 86:10; Yoh. 2:17), dengan keras kami melarang barang-barang serupa dimasukkan ke dalam Gereja-
            gereja selain karena serangan musuh atau kebakaran yang tiba-tiba atau mendesak itu sudah lewat barang-
            barang itu dikembalikan ke tempatnya yang semula. Kami juga memerintahkan agar Gereja-gereja, cawan-
                                       16
            cawan, korporale-korporale , dan pakaian-pakaian upacara tersebut dijaga agar rapi dan bersih. Sebab
            rupanya sungguh tidak masuk akallah tidak memperhatikan kehinaan barang-barang kudus apabila hal itu
            tidak pantas bahkan untuk barang-barang yang profan”. (Konstitusi 19)

            “Kami menetapkan agar minyak suci dan Ekaristi dikunci dalam suatu tempat yang aman di dalam semua
            Gereja,  sehingga  tiada  seorang  pun  berani  mengulurkan  tangannya  untuk  melakukan  sesuatu  yang
            mengerikan  atau  yang  jahat.  Jika  orang  yang  bertanggung  jawab  atas  keamanannya  lalai
            memperhatikannya, hendaknya ia disuspensikan dari jabatannya selama 3 (tiga) bulan; jika sesuatu yang
            amat buruk terjadi karena kelalaiannya, hendaknya ia dihukum lebih berat. (Konstitusi 20)

        4.  SPIRITUALITAS
            Kita  akan  membatasi  hanya  pada  Sakramen  Ekaristi  atau  Sakramen  Mahakudus  dan  Sakramen  Tobat,
            karenanya  Bapa  Fransiskus  menyinggung  tentang  masalah  dua  sakramen  tsb  dalam  beberapa  tulisannya
            antara lain:
               1)  Petuah-petuah 1 (1 Pth);
               2)  Surat kepada seluruh Ordo (SurOr);
               3)  Surat pertama dan Surat kedua kepada para Rohaniwan (1.2 SurRoh)
               4)  Surat pertama dan Surat kedua kepada para Kustos (1.2 SurKus) dan
               5)  Surat kepada para Pemimpin Rakyat (SurPim)

            Tidak  kesemuanya  tulisan  Sto.  Fransikus  akan  dibahas  di  sini,  melainkan  yang  menyangkut  kehidupan
            Fransiskan Awam saja, seperti SurOr, SurPim, dan Wasiat meskipun hanya sekilas saja.







        14  Dokumen kepausan untuk mengumumkan suatu keputusan penting
        15  Substance (Ing) realitas tetap sama, namun ciri-cirinya atau maknanya berubah
        16  “Taplak” atau kain kecil yang dibentangkan untuk alas piala
                                                             72
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57