Page 56 - PEMBINAAN POSTULAN
P. 56

Pembinaan Postulan
               1)  Bunda  Maria  adalah  seorang  manusia  biasa,  namun  mendapat  berkat  dan  karunia  dari  Tuhan,
                   sebagaimana  diungkapkan  oleh  malaikat  Gabriel:  “Salam,  hai  engkau  yang  dikaruniai,  Tuhan
                   menyertai engkau.” (Luk. 1:28) Jadi Bunda Maria memang sebagai manusia yang menjadi pilihan
                   Tuhan.
               2)  Semasa hidupnya Bunda Maria memainkan peran yang amat penting dalam kehidupan Yesus, sesuai
                   dengan rencana Allah. Bunda Maria dengan segala penyerahan, ketaatan, kepasrahan dan keterlibatan
                   penuh rencana penyelamatan Allah, imannya mengatakan:  “Sesungguhnya aku ini adalah hamba
                   Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk. 1:38)
               3)  Sedari  Yesus  naik  ke  panggung  sejarah  sampai  wafat  di  kayu  salib,  Bunda  Maria  senantiasa
                   mendampingi-Nya  (bdk.  Yoh.  19:25-26),  sementara  itu  Yesus  secara  pribadi  telah  menyerahkan
                   Bunda Maria kepada para murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di
                   rumahnya. (Yoh.19:27). Kita sebagai umat Gerejani atau lebih tegasnya Fransiskan Sekular adalah
                   murid Yesus juga, berarti Bunda Maria ibu kita.
               4)  Setelah Yesus turun dari panggung sejarah, Bunda Maria tetap setia mendampingi segala kegiatan
                   para murid Yesus, sesuai dengan perintah-Nya (bdk. Kis. 1:14), sejarah menunjukkan bahwa murid
                   Yesus yang paling setia dan utama adalah Bunda Maria.

        3.  PERKEMBANGAN IMAN TENTANG MARIA
            Iman  senantiasa  berkembang,  selaras  dengan  perkembangan  pengetahuan  tentang  ke-Allah-an.  Sebagai
            contoh, doa Salam Maria adalah hasil dari pengembangan iman dan pengetahuan tentang ke-Allah-an melalui
            Bunda Maria. Salam yang diucapkan oleh malaikat Gabriel (Luk. 1:28b) dan Elisabeth saudara Maria (Luk.
            1:28 b & 42 b) digabungkan:
               Salam Maria,
               hai engkau yang dikaruniai,
               Tuhan menyertai engkau
                              Diberkatilah engkau di antara semua perempuan
                              dan diberkati buah rahimmu.

            Dilanjutkan dengan doa permohonan dari manusia, lalu terbentuklah doa Salam Maria yang kita kenal saat
            ini, setelah melalui pengolahan tata bahasa yang baik. Inilah salah satu contoh doa yang sangat Alkitabiah
            dan ini pula contoh perkembangan iman umat Allah dan kesaksian seperti yang tercakup dalam Kitab Suci
            Perjanjian Baru.

            Maka usaha agar Maria tidak menjadi mitos atau mitologi suatu kisah simbolis belaka, berkembanglah iman
            para orang beriman tentang Maria:
               1)  Maria Bunda Allah, atau Theo tokos.
                   Yesus adalah Firman yang menjadi manusia, sehingga Ia adalah sehakekat dengan Allah (bdk. Yoh
                   1), karena memiliki tubuh sebagai manusia sehingga serentak Yesus adalah Allah namun Ia juga
                   manusia. Kemanusiaan-Nya diperoleh dari ibunya yakni Bunda Maria. Keibuan Maria hanya berakar
                   dari  Allah  sendiri  dalam  inisiatif-Nya  mendatangi  dan  memanggil  seorang  gadis  Yahudi  yang
                   sederhana itu. Seandainya gadis tadi menolak, maka kisahnya akan menjadi lain sama sekali. Fakta
                   menunjukkan bahwa gadis tadi menyanggupi:
                       “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan;
                       Jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk. 1:38)
                   Dan singkatnya, ia melahirkan seorang bayi yang tidak lain adalah Yesus Putera Allah. Jadi, Maria
                   adalah manusia yang mendapat rahmat menjadi Bunda Allah, karena percaya 100% atas sabda Allah.
                   Sementara  Elisabet  yang  sedang  dalam  naungan  Roh  Kudus  telah  menyapa  Maria  sebagai  ibu
                   Tuhanku tatkala Maria mengunjunginya. (Luk. 1:43)

               2)  Maria tetap Perawan
                       Bagaimana hal itu mungkin terjadi,
                       karena aku belum mengenal laki-laki ? (Luk. 1:34)

                   Kata Maria tatkala malaikat Gabriel menjelaskan maksud kedatangannya.
                   Selanjutnya Malaikat menjelaskan:
                                                             76
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61