Page 5 - E - Kliping BPOM Supervisi Minyak Makan Merah
P. 5
Judul : BPOM Supervisi Penerbitan Izin Edar Minyak Makan Merah
Nama Media : republika.co.id
Tanggal : 8/21/2022
Halaman/URL : https://www.republika.co.id/berita/rgyxwn415/bpom-supervisi-penerbitan-
izin-edar-minyak-makan-merah
Tipe Media : Media Online
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III
(Persero) terus menjalankan perannya
mendukung pemerintah menjaga
ketahanan pangan (food security). Salah
satu unit usaha dari PT Riset Perkebunan
Nusantara sebagai anak usaha dari
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III,
yaitu Pusat Penelitian Kelapa Sawit
(PPKS), telah menghasilkan inovasi yang
diharapkan menjadi upaya dan langkah
baru dalam rangka pengentasan stunting
sekaligus pemberdayaan ekonomi
masyarakat, Minyak Makan Merah.
PPKS berkoordinasi dengan Badan
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin keamanan dan mutu produk Minyak
Makan Merah sebagai upaya memenuhi standar mutu dan keamanan pangan. Kepala BPOM
Penny K Lukito mengunjungi langsung Kantor Pusat PPKS di Medan Sumatra Utara.
“BPOM mendukung penuh percepatan implementasi program ini dan mensupervisi
pembangunan pabrik Minyak Makan Merah agar sesuai dengan Good Manufacturing Practice
(cara memproduksi pangan yang baik),” ujar Penny.
Penny menekankan proses supervisi dalam rangka mendapatkan izin edar tersebut tidak
berbiaya atau gratis. Selanjutnya, PPKS dan BPOM akan terus berkoordinasi agar upaya
mewujudkan pabrik Minyak Makan Merah dapat segera terealisasi dan produknya dapat
terjamin untuk dikonsumsi masyarakat.
Minyak Makan Merah memiliki beberapa keunggulan seperti proses pengolahan yang sederhana
dan murah. Lalu instalasi pengolahan dapat dibangun di remote area sehingga distribusi dan
biaya logistik menjadi lebih murah, serta memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik sehingga
dapat menjadi solusi untuk pemenuhan zat gizi bagi masyarakat Indonesia.
“Serta yang tak kalah penting adalah dapat dikembangkan pada skala Usaha Mikro Kecil dan
Menengah (UMKM) atau Koperasi, sehingga berpotensi meningkatkan nilai tambah dan
peningkatan kesejahteraan pekebun,” kata Direktur Produksi dan Pengembangan Holding

