Page 64 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 64
"Sedangkan yang sering dikatakan orang bahwa Imam asy-Syafi'i
menyatakan bacaan al Qur'an tidak akan sampai kepada mayyit
maksud asy-Syafi'i adalah jika bacaan tersebut tidak dibarengi
dengan doa Ii-shal (doa agar disampaikan pahala bacaan kepada
mayyit) atau bacaan tersebut tidak dilakukan di kuburan mayyit
karena asy-Syafi'i menyetujui kedua hal ini (membaca al Qur'an
dengan diakhiri doa Ii-shal dan membaca al Qur'an di atas kuburan
mayyit)". (lihat Syarh Raudl ath-Thalib, Nihayatul Muhtaj, Qadla' al
Arab fi As-ilah Halab dan kitab-kitab Fiqh Syaf'i yang lain).
Bahwa berkumpul untuk mendoakan mayit dan membaca al
Qur'an untuknya pada hari ke tiga, ke tujuh, ke seratus, ke seribu
dan seterusnya maka hukumnya adalah sebagai berikut :
▪ Berkumpul di hari ke tiga tujuannya adalah berta'ziyah.
▪ Berkumpul setelah hari ke tiga tujuannya adalah berta'ziyah
bagi yang belum. Bagi yang sudah berta'ziyah, berkumpul saja
pada hari-hari tersebut bukanlah hal yang mutlak sunnah,
tetapi kalau tujuan berkumpul tersebut adalah untuk membaca
al Qur'an dan ini semua mengajak kepada kebaikan. Allah ta'ala
berfirman :
) 77 : جلحا ةريس( ﴾ نيحلفت مكلعل ر ـ ِلخا ايلعفاو ﴿
Maknanya : "Lakukanlah hal yang baik agar kalian beruntung" (Q.S. al
Hajj : 77).
60

