Page 65 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Pertama_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 65

BAB X
               MEMBACA  SAYYIDINA  KETIKA  BER-

               SHALAWAT ATAS NABI



                     Menambah  lafazh  "sayyid"  sebelum  menyebut  nama  Nabi
               adalah  hal  yang  diperbolehkan  karena  kenyataannya  beliau
               memang  Sayyid  al  'Alamin  ;  penghulu  dan  pimpinan  seluruh
               makhluk. Jika Allah ta'ala dalam al Qur'an menyebut Nabi Yahya
               dengan :

                        )        39  : نارمع لآ ةريس(   ﴾  ينح ـ لاصلا نم اِبنو اريصحو   ادِسو  ...  ﴿


               Padahal Nabi Muhammad lebih mulia daripada Nabi Yahya. Ini
               berarti  mengatakan  sayyid  untuk  Nabi  Muhammad  juga  boleh,
               bukankah Rasulullah sendiri pernah mengatakan tentang dirinya :

                                    يذم   ترلا هاور  " رخف ٗو ةماِقلا ميُ مداء دلو دِس انأ "


               Maknanya : "Saya adalah penghulu manusia di hari kiamat"  (H.R. at-
               Turmudzi)

                     Jadi boleh mengatakan " دممح اندِس ٌلع لص موللا " meskipun

               tidak pernah ada pada lafazh-lafazh shalawat yang diajarkan oleh
               Nabi (ash-Shalawat al Ma'tsurah). Karena menyusun dzikir tertentu;
               yang tidak ma'tsur boleh selama tidak bertentangan dengan yang
               ma'tsur.  Sayyidina  umar  dalam  hadits  yang  diriwayatkan  oleh



                                               61
   60   61   62   63   64   65   66   67   68