Page 157 - Hadits-Jibril-Penjelasan-Hadits-Jibril-Memahami-Pondasi-Iman-Yang-Enam-Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 157
140 | H a d i t s J i b r i l
mengatakan bahwa alam ini, baik jenis maupun materinya
tidak memiliki permulaan (azali). Namun ia sendiri
mengambil separuh kekufuran mereka dengan mengatakan
bahwa yang azali dari alam ini adalah hanya jenisnya saja.
Ibn Taimiyah mengkritik dan menyalahi ijma‟ kaum
muslimin yang dikutip Ibn Hazm dalam kitab Maratib al-
Ijma‟. Dalam kitab tersebut Ibn Hazm menuliskan bahwa
kaum muslimin telah sepakat tentang kekufuran orang yang
mengatakan adanya sesuatu yang azali selain Allah. Bahwa
pada azal (keberadaan tanpa permulaan) tidak ada suatu
apapun selain Allah, dan segala sesuatu selain Allah adalah
ciptaan Allah.
Faham ekstrim Ibn Taimiyah ini juga dijelaskan oleh
al-Muhaddits al-hafizh al-faqih Taqiyuddin al-Subki, salah
seorang ulama mujtahid pada masanya. Beliau berkata:
ِ
ْ ِ ْ وبْنُ ظيْامعْوناحب سْللاْف ِ ْ*** ْ اوذولأْادبمْلاْثداوحْىر ي
َ َ َ
َ
ََ ََ
ّ َ ّ
ّ
(Ia --Ibn Taimiyah-- berpendapat bahwa segala
makhluk ini tidak memiliki permulaan,
menurutnya makhluk ini azali bersama Allah.
Maha suci Allah dari apa yang ia sangkakan ini) .
30
Faham ekstrim lainnya dari Ibn Taimiyah, ia
mengatakan bahwa Allah berada di atas arsy, Dia tidak lebih
besar dari pada arsy kecuali seukuran empat jari. Dalam pada
ini Ibn Taimiyah menisbatkan sifat duduk kepada kepada
Allah yang hal tersebut merupakan suatu yang mustahil. Di
antara yang menguatkan bahwa Ibn Taimiyah memiliki
30 Lihat al-Habasyi, Izhhar al-„Aqidah al-Sunniyyah, h. 42