Page 180 - Hadits-Jibril-Penjelasan-Hadits-Jibril-Memahami-Pondasi-Iman-Yang-Enam-Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 180

H a d i t s   J i b r i l  | 163

            yang jelas ekstrim yang menyebabkan kepada sikap berlebih-
            lebihan dalam masalah agama.

                    Adapun  kebalikan  dari  sikap  berlebih-lebihan  (al-
            Ifrath)  adalah  sikap  lalai  dan  sembarangan  (al-Tafrith).  Di
            antara sikap lalai dalam masalah agama yang juga merupakan
            sikap  ekstrim  adalah  merubah-rubah  nama  Allah,  seperti
            yang  dilakukan  oleh  sebagain  orang  yang  mengaku  ahli
            ajaran  tasawuf.  mereka  mengganti  nama  Allah  menjadi
            “Alla”,  atau  menjadi “Ah”. Dengan alasan hadits yang tidak
            benar,  bahwa  Rasulullah  pernah  masuk  ke  tempat  seorang
            yang  sedang  sakit  dan  merintih  mengatakan  “Ah”,  bahwa
            Rasulullah  mendiamkan  rintihannya  tersebut,  karana  “Ah”
            adalah termasuk nama Allah.

                    Perkara-perkara  eksrtim  semacam  ini  mereka pegang
            dengan  seteguh-tuguhnya,  sementara  kewajiban-kewajiban
            ilmiyah  dan  amalaiyah  meraka  tinggalkan.  Padahal  nyata-
            nyata  apa  yang  mereka  usahakan  ini  adalah  perkara  yang
            dapat  mempersulit  kaum  muslimin  dalam  menjalani  ajaran-
            ajarannya. Sementara Allah telah berfirman:

                        ) ْ  ٔٛ٘ ْ:ةرقبلا(ْرسعلاْمُ كبْديريْلاوْرسيلاْمُ كبْللاْديري
                                                              ُ ُْ ُ
                                      ْ ُ ُ
                                              ُْ ُ َ َْ ُ ُ
                  Maknanya:  “Allah  menghendaki  bagi  kalian  akan
                  kemudahan,  dan  tidak  berkenhendak  bagi  kalian
                  akan kesulitan”  (QS. al-Baqarah:  185).

            Dalam ayat lain Allah berfirman:
   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185