Page 178 - Hadits-Jibril-Penjelasan-Hadits-Jibril-Memahami-Pondasi-Iman-Yang-Enam-Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 178

H a d i t s   J i b r i l  | 161

                    Yang  lebih  mengherankan,  setelah  mereka  masuk
            dalam  parlemen,  salah  seorang  pimpinan  mereka  bernama;
            As‟ad  Harmusy,  dalam  dialog  langsung  yang  ditayangkan
            oleh  salah  satu  stasiun  teve  di  Tripoli  (Libanon),  ia
            menyatakan  bahwa  apa  yang  dituliskan  olah  Fathi  Yakan
            dalam  bukunya  di  atas  adalah  alasan  yang  tidak  benar.  Ia
            merasa  heran  bagaimana  seorang  Fathi  Yakan  menuliskan
            bahwa  boleh  bagi  orang-orang  Ikhwan  melakukan
            pemberontakan  terhadapa  pemerintah,  bahkan  terhadap
            masalah-masalah  akidah  dan  masalah-masalah  agama.  Ia
            mengatakan  bahwa  buku  Fathi  Yakan  tersebut  adalah hanya
            sebuah  hasil  karya  20  tahun  lalu,  yang  memang  pada  masa
            itu  gerakan  Islam  telah  menghasilkan  berbagai  mata-mata
            dan  agen-agen  yang  menyebar  di  mana-mana  hanya  untuk
            kepentingan  kelompok meraka.

                    Di sini kita dapat melihat dengan jelas perselisihan di
            antara  mereka.  Yang  lebih  miris  lagi,  mereka  semua
            berbicara  atas  nama  agama.  Lihat  bagaimana  Fathi  Yakan
            dengan  As‟ad  Harmusy  salaing  bertentangan, yang notabene
            keduanya  adalah  para  pemuka  di  kalangan  Hizb  al-Ikwan.
            Adakah  setelah  20  tahun  kedepan  berikutnya,  pendapat  di
            antara mereka kembali akan berubah, hingga kembali mereka
            saling menyalahkan di antara mereka sendiri?! La Haula Wala
            Quwwata Illa Billah.

                    Lihat  pula  sikap  ekstrim  mereka  dalam  usaha
            pembunuhan  terhadap  Syekh  Samir  al-Qadli;  slah  seorang
            wakil kepala distrik utara Libanon.

                    Di  antara  sikap  ekstrim  berlebih-lebihan  adalah  apa
            yang telah dilakukan oleh Salman Rusydi dalam sebuah karya
   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183