Page 226 - Hadits-Jibril-Penjelasan-Hadits-Jibril-Memahami-Pondasi-Iman-Yang-Enam-Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 226
H a d i t s J i b r i l | 209
Para ulama telah sepakat tentang kekufuran orang yang
mengungkapkan kata-kata kufur seperti ini. Dan yang
dimaksud tauriyah yang tidak dianggap dalam hal ini
adalah pengakuan makna atau takwil yang sangat jauh
dari makna zahirnya. Adapun tauriyah yang dianggap
dekat maknanya; artinya takwil tersebut masih dalam
kandungan makna zahirnya maka dalam hal ini seorang
yang mengungkapkannya tidak dikafirkan; karena
dengan demikian berarti ucapannya tersebut tidak
dikategorikan ucapan yang sharih.
c. Adapun jika kata-kata yang diucapkannya tersebut
adalah kata-kata yang tidak sharih; artinya kata-kata yang
mengandung banyak makna; sebagian maknanya ada
yang kufur, dan sebagian lainnya bukan kufur; maka
seorang yang mengucapkan kata-kata semacam ini tidak
boleh dihukumi sebagai orang kafir; kecuali apa bila ia
mengungkapkan kata-kata tersebut dan dia bertujuan
dengan kata-katanya itu terhadap makna kufur, maka ia
dihukumi kafir.
f. Taubat Orang Murtad
Adapun cara taubat bagi seorang yang murtad adalah
dengan melepaskan kekufuran seketika itu pula dan dengan
mengucapkan dua kalimat syahadat; yaitu dengan
mengatakan:
للاْلوسرْادميزْنأْدهشأوْللاْلاإْولإْلاْنأْدهشأ
Tidak cukup dan tidak memberikan manfaat baginya jika ia
hanya mengucapkan istigfar saja sebelum ia mengucapkan