Page 15 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Keempat_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 15
segi), dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya”.
(Q.S. as-Syura: 11)
Karena prinsip inilah ummat Islam meyakini
bahwa Allah ada tanpa tempat dan arah, tanpa disifati
dengan sifat-sifat makhluk-Nya. Ayat 11 : Surat asy-
Syura tersebut adalah ayat yang paling jelas dalam al
Qur'an yang menjelaskan bahwa Allah sama sekali tidak
menyerupai makhluk-Nya. at-Tanzih al Kulli; pensucian
yang total dari menyerupai makhluk. Jadi maknanya
sangat luas, dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa
Allah maha suci dari berupa benda, maha suci dari
berada pada satu arah atau banyak arah atau semua arah.
Allah maha suci dari berada di atas 'arsy, di bawah 'arsy,
sebelah kanan atau sebelah kiri 'arsy. Allah juga maha
suci dari sifat-sifat benda seperti bergerak, diam,
berubah, berpindah dari satu keadaan ke keadaan yang
lain dan sifat-sifat benda yang lain.
Al Imam Abu Hanifah berkata:
" هـقيلمخ قلالخا هبشُ ٌـنأ "
"Mustahil Allah menyerupai makhluk-Nya".
Ulama Ahlussunnah menyatakan bahwa alam
(makhluk Allah) terbagi atas dua bagian; yaitu benda dan
sifat benda. Benda terbagi menjadi dua macam;
1. Benda Lathif: sesuatu yang tidak dapat dipegang oleh
tangan, seperti cahaya, kegelapan, ruh, angin dan
sebagainya.
11

