Page 48 - Masa-il-Diniyyah-Buku-Keempat_Dr.-H.-Kholilurrohman-MA
P. 48

(Sutera dan emas diharamkan bagi kaum laki-laki dari umatku,
                  dan halal bagi kaum perempuan mereka).
                  Al-Baihaqi  berkata:  “Hadits-hadits  yang  jelas  ini,  juga  hadits-
                  hadits  yang  semakna  dengan  ini,  menunjukan  tentang
                  kebolehan  berhias  dengan  emas  bagi  kaum  perempuan.  Dan
                  dengan  ini  kami  mengambil  dalil  akan  adanya  ijma’  ulama

                  tentang kebolehannya, dimana hadits-hadits yang menunjukan
                  keharamannya  telah  dihapus”.  Pernyataan  al-Baihaqi  ini  jelas
                  membatalkan apa yang dinyatakan oleh al-Albani.
                         Kesepakatan (Ijma’) ulama ini, juga telah dikutip oleh an-
                  Nawawi dalam kitab Majmu’ -nya, ia berkata: “Dan dibolehkan
                                               9
                  bagi  kaum  perempuan  untuk  memakai  sutera  dan  berhias
                  dengan perak dan emas dengan ijma’ [ulama], karena adanya
                  hadits-hadits shahih dalam hal itu”.
                         Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam syarh Shahih al-
                  Bukhari berkata : “Setelah tetapnya ini, maka larangan cincin
                                  10
                  emas dan larangan memakainya adalah  khusus bagi kaum laki-
                  laki,  tidak  untuk  perempuan.  Karena  telah  ada  kesepakatan
                  (ijma’)  tentang  kebolehan  tersebut  bagi  mereka.  Aku  katakan:
                  Ibnu  Abi  Syaibah   dari  hadits  ‘Aisyah  telah  meriwayatkan
                                    11
                  bahwa  [raja]  an-Najasyi  memberi  hadish  kepada  Rasulullah
                  berupa perhiasan yang diantaranya cincin dari emas. Kemudian
                  Rasulullah  memanggil Umamah,  puteri  dari  puterinya (puteri
                  Zaenab),  seraya  berkata:  “Berhiaslah  dengannya!”.  Hadits






                         9  Lihat (4/442)
                         10  Lihat Fath al-Bari (10/317)
                         11  Lihat Mushannaf Ibnu Abi Syaibah (5/194)

                                                44
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53