Page 43 - Mengungkap-Kerancuan-Pembagian-Tauhid-Kepada-Uluhiyyah-Rububiyyah-dan-al-Asma-Wa-ash-Shifat-Dr.-H.-Kholilurrohman-MA-277-Hal
P. 43
Mengungkap Kerancuan Tiga Tauhid | 41
ْصلاخإْهذإْمىاعدوْكرشلاْاذى ْىلعْمهلتاقْصلى الله عليه وسلمْاللْلوسر
ْ ْْ.ةدابعلا
“Dan akhir para Rasul adalah Muhammad (Shallallahu
Alaihi Wa Sallam), dialah yang telah memecahkan bentuk-
bentuk (patung) orang-orang saleh tersebut (yaitu Wadd,
Suwa‟, Yaghuts, Ya‟uq, dan Nasr). Allah mengutusnya
kepada kaum ahli ibadah, melakukan haji, bersedekah,
banyak berdzikir kepada Allah; tetapi mereka menjadikan
sebagian makhluk-makhluk sebagai perantara-perantara
kepada Allah. Mereka berkata: “Kami bertujuan taqarrub
kepada Allah, dan kami berharap syafa‟at dengan mereka
kepada Allah, seperti para Malaikat, Nabi Isa, Maryam,
dan beberapa orang selain mereka dari orang-orang saleh.
Maka Allah mengutus Muhammad untuk memperbaharui
bagi mereka agama moyang mereka; Ibrahim. Dan
memberitahukan kepada mereka bahwa taqarrub semacam
ini dan keyakinan hanyalah murni hak Allah, tidak
dibenarkan sedikitpun demikian itu kepada selain Allah,
tidak terhadap Malaikat muqarrab, tidak dengan seorang
Nabi yang diutus, terlebih lagi dengan selain keduanya. Oleh
karena sesungguhnya orang-orang musyrik bersaksi bahwa
hanya Allah Sang Pencipta, tidak ada sekutu bagi-Nya,
tidak ada siapapun yang memberi rizki kecuali Dia, tidak
ada yang menghidupkan kecuali Dia, tidak ada yang
mengatur segala urusan kecuali Dia, dan bahwa seluruh
langit dengan segala apapun yang ada di dalamnya, serta
seluruh bumi yang tujuh dengan segala apa yang ada padanya
semua mereka adalah hamba-Nya, dan berada di bawah
kekuasaan-Nya.