Page 20 - The disappearance of a hiker fix_Neat
P. 20
[Dengan itu, Rebeca berbalik dan berjalan pergi, meninggalkan keempat temannya. Amanda
terkejut.]
Amanda : (panicked) "Wait, Rebeca! Don’t go alone!"
Amanda : (panik) "Eh, tunggu! Rebeca, jangan pergi sendirian!"
Bara : (realizing) "We can’t let her go alone. She could get lost!"
Bara : (menyadari) "Kita tidak bisa membiarkannya pergi sendiri. Dia bisa tersesat!"
Angel : (sarcastically, concerned) "Who would’ve thought our bravest hiker would go off
alone?"
Angel : (sinis, mencemaskan) "Sungguh, siapa yang menyangka pendaki kami yang
paling berani akan pergi sendirian?"
Anggara : (serious, looking at his friends) "We have to find her. We can’t leave her alone on
this trail!"
Anggara : (serius, menatap teman-temannya) "Kita harus mencarinya. Kita tidak bisa
membiarkannya sendirian di jalur ini!"
[The four friends begin arguing with each other, blaming one another for Rebeca’s actions.]
[Keempat teman mulai bertengkar satu sama lain, menyalahkan satu sama lain atas tindakan
Rebeca.]
Amanda : (frustrated) "This is all your fault, Rebeca! Why did she have to leave without
telling us?"
Amanda : (frustrasi) "Ini semua salahmu, Rebeca! Kenapa dia harus pergi tanpa
memberitahu kita?"
Angel : (sarcastically, mocking) "Oh, so now we’re blaming the one who’s not here?
Nice!"
Angel : (sinis, menyindir) "Oh, jadi sekarang kita menyalahkan orang yang tidak ada?
Bagus!"
14