Page 6 - Buku Digital_Julika Supriani (2006101020054)
P. 6
dengan Rusia yang saat itu masih bernama Uni Soviet.
Teknologi roket yang merupakan dasar dari sistem
penerbanan antariksa pada mulanya dikembangkan
untuk keperluan persenjataan. Bicara soal teknologi
roket, kita tidak bisa lepas dari nama Wehrner Von
Braun, ilmuwan Jerman yang direkrut Hitler untuk
mengembangkan misil V2, sebuah peluru kendali
dengan teknologi roket dalam masa Perang dunia II.
Saat perang usai, Von Braun hijrah ke AS dan
membantu pengembangan teknologi roket untuk
kepentingan penerbangan antariksa di sana. Namun
demikian, entah mengapa, cetak biru V2 kemudian
jatuh ke tangan Rusia, dan digunakan oleh pihak rusia
sebagai acuan untuk mengembangkan roketnya sendiri.
Kedua negara adidaya itu kemudian terlibat dalam
persaingan sengit untuk mengeksplorasi ruang angkasa.
Rusia unggul lebih dahulu dengan keberhasilannya
meluncurkan satelit buatan yang pertama di dunia
dengan nama Sputnik I pada 4 Oktober 1957. AS
kemudian menyusul dengan meluncurkan satelit
pertamanya yang dinamai Explorer I pada 31 Januari
1958. Pada 12 April 1961, Rusia kembali memimpin
dengan meluncurkan manusia pertama ke angkasa luar,
Yuri Alekseyivich Gagarin, seorang mayor Agkatan
Udara Rusia yang meluncur dengan kapsul Vostok I.
Kurang dari sebulan kemudian, AS meluncurkan
astronaut pertamanya, Alan B Shepard dengan kapsul
Mercury 7. Peluncuran ini dilakukan secara terburu-
buru dengan teknologi yang belum sempurna sehingga
Alan B.Shepard hanya mampu mengangkasa selama 15

