Page 15 - Modul-PAK_SD-Kelas-1-3_Classical_Nur Savitri_TUGAS2
P. 15

MENGAPA PERLU PENDIDIKAN ANTIKORUPSI?                  kolah diharapkan menjadi “lokomotif”
                                                        dalam penguatan budaya antikorupsi.
                                                        Alih-alih menguatkan sekolah sebagai
                                                        pusat pendidikan yang utama dalam
                                                        penguatan budaya antikorupsi, kita
                     kan perilaku baik. Sekalipun sekolah   semua lebih sibuk melakukan upaya
                     mengimplementasikan berbagai       penanganan jangka pendek.
                     kegiatan sejenis, akan tetapi hal terse-
                     but dilaksanakan seolah terpisah dari   Oleh karena itu, inilah saatnya untuk
                     proses pembelajaran yang utuh.     mengembalikan sekolah sebagai loko-
                                                        motif penguatan budaya antikorupsi
                     Lebih dari itu, praktek pengelolaan   untuk jangka panjang. Kita awali den-
                     sekolah pun tidak luput dari perilaku   gan melakukan Pendidikan Antikorupsi
                     koruptif pada segala lini. Padahal, se-  yang dimotori oleh satuan pendidikan.




                                           Perlu pembentukan Bu-
                                           daya Baru dengan Cara
                                            Berbeda, yang dilaku-
                                           kan melalui Pendidikan
                                           Karakter di semua pusat
                                            pendidikan (keluarga,
                                          sekolah, dan masyarakat),
                                           dengan sekolah sebagai
                                                 lokomotif.



                FAKTA DI SEKOLAH SAAT INI               PERLU UPAYA DI SEKOLAH
                                                        YANG TIDAK BIASA
             • Pendidikan Karakter berlangsung Par-     •   Fokus pada penguatan karakter;
               sial dan hanya bersifat pengetahuan;
             • Kerawanan Perilaku Koruptif di dunia     •   Fokus pada perbaikan pola pikir dan
               Pendidikan:                                perilaku, bukan pengetahuan;
               •  penerimaan peserta didik baru dan mutasi;  •   Mengutamakan pembelajaran melalui
               •  diskriminatif (munculnya sekolah unggulan   pengkondisian untuk menguatkan
                atau kelas unggulan yang memicu perilaku   karakter peserta didik;
                koruptif);
               •  inkonsisten dalam berbagai aturan;    •   Mempraktekkan dan mengamalkan
               •  pungutan tidak sesuai aturan;           perilaku antikorupsi secara massif di
               •  gratifikasi;                            semua “pusat pendidikan” dengan
               •  mark up dan manipulasi nilai;           pembelajaran di kelas sebagai loko-
                                                          motif.
               •  menyontek;
               •  perbuatan curang;                     •   Menggunakan keteladanan orang
               •  ambisi orang tua untuk mendukung anaknya   dewasa sebagai prasyarat untuk mel-
                mencapai nilai angka terbaik;             akukan proses pendidikan.
               •  formalistik dan verbalistik;
               •  tidak jujur;                          •   Proses pembudayaan melalui pen-
               •  tidak mengutamakan pendidikan anak yang   dekatan wilayah dan budaya luhur
                sesungguhnya.                             setempat.





                                                      Pendidikan Antikorupsi  | Tingkat SD/MI Kelas 1-3  3
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20