Page 217 - CERPEN 9A - Copy
P. 217

mic  nya.  “Baiklah..  Yang  bertanding  kali  ini  adalah…”  ucap  fira  terhenti

               sejenak dan dilanjutkan oleh Rani. “Louis VS Alan!” sorak rani, satu ruangan

               dipenuhi oleh sorakan semua orang di  dalamnya, mereka semua tidak sabar

               untuk menyaksikan pertandingan tersebut.

                      Louis,  lelaki  yang  memakai  masker  Kuning,  rambut  panjang  yang

               dikuncir  satu,  memakai  jaket  berwarna  kuning  yang  diikat  di  pinggangnya

               memasuki arena pertandingan, supporter nya mendukung. Tetapi kenia dan

               inara  hanya  bertepuk  tangan  biasa  saja.  Setelah  louis,  lawannya yaitu  Alan

               memasuki  arena pertandingan.

                      Alan,  lelaki  yang  memakai  topeng  Knight  berwarna putih yaitu lawan

               dari louis juga memasuki arena pertandingan, sama seperti louis banyak yang

               mendukung  Alan.  Setelah  itu,  sang  wasit  alias  Rani,  Mulai  menghitung
               mundur dari angka 5. “5..


               4..  3..  2..  1..  START!”  Ucap  wasit  (rani),  Alan  dan  louis  memulai  dengan
               kuda  kuda  dan  setelah  itu  menyerang  lawan  satu  sama  lain.  Kenia  hanya


               menonton,  menurutnya  pertandingan  tersebut  terlihat  sangat  seru  dan
               mematikan,  orang-orang  yang  ada  di  dalam  ruangan  bersorak mendukung


               pilihan mereka  sendiri.
                      Pertandingan  berlanjut  menit  demi  menit  dan  ruangan pastinya terasa


               sangat  panas  dan  gerah.  Kenia  yang  merasakan  ketidaknyamanan  tersebut
               mai merasa  gelisah  akan  situasi,  keributan  di  depan  matanya,  banyak  suara


               bising,  ruangan  yang  panas  dan  gerah  dan  bau  keringat  orang  lain  yang
               menyebar membuat kenia mual tapi dia berusaha menahan diri.


                      Sampai beberapa menit kemudian dia sudah tak tahan dengan situasi.
               “inara.” Sebut kenia,  membuat inara membalikkan kepalanya. “Ya?” Jawab


               inara. “Aku.. Mau keluar sebentar ya, sumpek betul di sini, bau ketek.” Ucap
               kenia  sambil  berdiri,  inara  ketawa.  “Hahaha!  Oh  oke  oke  deh,  nanti  balik


               lagi, ya?” ucap inara, memastikan kenia akan kembali lagi. “Iya dong, bentar
               doang mau cari angin aja.” Jawab kenia, inara mengganggu kan kepalanya.


                                                                                                       217
   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222