Page 220 - CERPEN 9A - Copy
P. 220
ke rumah sakit!” Ucap kenia. “gausah ke rumah sakit, ini cuma luka biasa„
paling sembuh nya 2 atau 3 hari aja.” Jawab Alan, dengan tegas dan sedikit
kasar. “Idih, sok banget tapi yaudah deh lumayan ga abisin duit.” Ucap
kenia, tertawa kecil. “yaudah ayo ke uks!” Kenia melanjutkan kalimatnya, alan
menganggukkan kepalanya dan menuju uks bersama kenia, sembari
berpegangan tangan.
Sesampainya di uks kenia langsung mengobati luka yang berada di
kedua lengan tangannya si alan, setelah beberapa menit merasakan kesakitan
dari obat betadine, akhirnya kedua lengan tangannya alan sudah di perban
sempurna oleh kenia. “Nah.. Udah kan! Ga sakit, beuh mantap nih gwe
jadi dokter” Ucap kenia, bercanda dan tertawa kecil. “ya serah lu deh” jawab
alan, cuek.
“Idih, sok keren. Oh ya, kenapa tadi kamu selamat in aku?” Tanya
kenia, sambil dia duduk di sebelah alan. “gapapa” jawab alan, singkat,
normal, cuek. “Alasan?” Tanya kenia lagi, tambah penasaran. “Uh.. kasian
aja gw ama lu nanti ketiban meja trus gepeng.” Jawab alan, kenia tertawa.
“hahaha, bejir..” Kata random yang keluar dari mulut kenia. Setelah itu
hening yang cukup lama, hening.. Hening.. Hening.. Sampai… alan berdiri
dari kasur yang ia duduki.
“Yaudah, gw mau balik ke kelas. Bye.” Ucap alan singkat, dan langsung
pergi tanpa mengucapkan Terimakasih ke kenia. Kenia yang menyaksikan
hal itu merasa kesal, tapi dia ikhlas kan saja. Setelah itu kenia bergegas keluar
dari uks dan melaksanakan kegiatannya sebagai murid biasa.
Waktu berlalu, kini sudah pukul 16.20 WIB. Semua murid dan guru
sudah balik ke rumah mereka sendiri, ada yang jalan kaki, yang dijemput
orang tua, naik angkot, pake motor sendiri. Kecuali kenia, kenia sekarang
sendiri di pintu gerbang sekolahnya, menunggu ayahnya untuk
menjemputnya tapi ayahnya ga datang-datang, sampai dia
mendapatkan notifikasi dari handphone nya :
220

