Page 222 - CERPEN 9A - Copy
P. 222
(bonceng cewek). Alan pun mengendarai motornya. “Rumah lu dimana?”
Tanya alan. “Hmp.. Di perumahan Megaland,, di jalan rosemary.” jawab
kenia, alan menganggukkan kepala dan mengendarai motornya ke arah
rumah kenia. Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di
depan gerbang rumah kenia, kenia langsung turun dari boncengannya.
“Wah.. Nyampe, eh makasih ya!” ucap kenia sambil menghadap ke alan,
dia tersenyum ke alan. “Ya.. Anggap aja ini sebagai ucapan Terimakasih.”
Jawab alan, singkat. “Ha makasih apaan?” tanya kenia, bingung.
“*sigh*,,selain budek pikun juga..” Gumam alan ke dirinya sendiri, dia
merasa kesal.
Hal tersebut membuat kenia tertawa. “hahaha! Hehe, tau tau kok oh
iya.. Makasih juga ya udah selamatkan aku tadi!” ucap kenia, dia
tersenyum ke arah alan, Alan hanya menganggukkan kepalanya. “Ya,
yaudah gue mau pulang, daa” ucap alan sambil mengendarai motornya
menjauh dari kenia. “YAAA BYEE!!!” Sorak kenia sambil melambaikan
tangannya.
Setelah kejadian tersebut, dari alan menyelamatkan kenia dari
lemparan bangku, kenia mengobati luka alan, dan alan mengantarkan kenia
pulang ke rumahnya. Mereka berdua semakin tambah dekat, awalnya hanya
teman biasa, tapi lama kelamaan alan yang dikenal sebagai orang yang kasar,
egois, arogan, kuat dan pemarah. Setiap ia bertemu dengan kenia sikap
buruk tersebut hilang entah kemana.
Malahan, mereka mulai merasakan rasa yang dimana mereka berdua
tidak pernah rasakan sebelumnya. Awalnya mereka abaikan, tapi mereka
sadar kalau itu bukan rasa biasa, bukan rasa ‘sayang teman’.. Tapi melebihi
dari hal itu. Sayangnya, saat alan mengajak kenia untuk berhubungan lebih
serius (pacaran). Kenia menolak. Alan sempat merasa sedih dan marah, tapi
dia tidak bisa memaksakan kehendak kenia. Sampai saat mereka berdua
222

