Page 227 - CERPEN 9A - Copy
P. 227

penasaran dengan siswa yang telah membuatnya kagum lewat pandangan

                   pertama  itu.  Perasaannya  kali  ini  sangat  tidak  karuan.  Celine  sendiri

                   bingung dengan apa yang ia rasakan. Dia merasa kalau ia sedang jatuh cinta.

                   Mungkin Celine akan mengagumi orang tersebut dalam diam.

                          Tak terasa, bel berbunyi menandakan jam pelajaran akan kembali

                   berlangsung. Ia melihat jam yang terpajang di tembok. “Ah, sayang sekali.

                   Sudah  30  menit  berlangsung.  Aku  harus  segera  kembali!”  Celine  pun

                   bergegas kembali ke kelasnya dengan wajahnya yang masam karena tidak

                   rela  meninggalkan  jendela  ruangan  tersebut.  Belum  saja  ia  melihat

                   penampilan siswa itu sampai akhir.

                          Di tengah-tengah pelajaran chemistry, Celine melihat seorang siswa

                   berkacamata bertubuh tegak dengan percaya dirinya memasuki kelas VIII

                   A.  Namun,  Celine  heran  karena  ia  merasa  baru  melihat  wajah  siswa

                   tersebut  untuk  yang  pertama  kalinya.  Celine  berpikir  bahwa  siswa  itu

                   kemungkinan  dispen  sehingga  Celine  tidak  melihatnya  tadi.  Beberapa

                   siswa  pun  sontak  menyambut  kedatangannya  dengan  gembira.  Mungkin

                   mereka  adalah  teman  dekatnya.  Siswa  yang  baru  masuk  itu  pun  mulai

                   berbincang  dengan  mereka.  Entah  mengapa  Celine  penasaran  dengan

                   siswa tersebut. Ia merasa sedikit familiar dengannya.

                   “Loren,  bawa  laporan  susulanmu  ke  meja  miss  ya.” Miss  Sherla  sebagai

                   guru mata pelajaran chemistry memanggil seorang siswa yang Celine tidak

                   ketahui  yang  mana  orangnya.  Seketika,  siswa  yang  baru  saja  datang  di

                   tengah-tengah pelajaran tersebut berdiri dan melangkah menuju meja guru

                   untuk menuruti keinginan miss       Sherla “Ohh.. namanya Loren toh.” Pikir

                   Celine  dalam  benaknya.  “Jadi,  besok  kamu  dispen  lagi?  Miss  doakan


                   untuk mu yang terbaik ya, nak.” Ujar miss Sherli kepada Loren. “Thank
                   you  miss!  Saya  akan  memberikan  yang  terbaik.  Energi  saya  tidak  akan

                   habis hanya untuk ini, hahahaha.” Pembicaraan tersebut terdengar cukup

                   jelas oleh telinga Celine. Dugaannya pun tepat, siswa itu tidak menghadiri
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232