Page 230 - CERPEN 9A - Copy
P. 230
rasakan semakin campur aduk. Ia tidak tahu apakah inilah rasanya jatuh
cinta itu?
Lebih dari 9 menit telah berlalu. Loren menuntaskan apa yang telah
ia lakukan. Para penonton termasuk Celine berdiri serentak lalu menepuk-
nepuk tangan. Loren lalu membungkukkan badannya sebagai tanda
terimakasih.
“Dia sangat hebat! Aku juga ingin mengikuti jejaknya. Untung saja ada
piano papa di rumah. Itu berarti aku hanya perlu mengikuti kursus privat
piano, yes!” Ujar Celine dengan gembira. Ia berambisi ingin bisa menjadi
pianis agar dapat dinotice oleh orang yang dikagumi. Sebagian orang
mungkin menganggap itu adalah hal yang konyol. Namun, inilah motivasi
utama Celine untuk dapat bisa bermain piano. Bukan karena ia suka
menonton live orchestra dan juga bukan karena ia menyukai karya-karya
para komponis legendaris itu, namun karena Celine ingin bisa
mendapatkan hati loren agar ia bisa dekat dengannya. garis bawahi, agar ia
bisa dekat dengannya.
Sesampainya di rumah, Celine langsung berlari ke kamar orang
tuanya. “AKU MAU KURSUS PIANO! Pleaseeee, bakalan rajin kok
latihannya.” Pinta Celine kepada papanya. “Memangnya apa tujuanmu?
Kenapa tiba-tiba begini?” Jawab papanya Celine bingung. “Aku pengen
banget mainin piano buat seseorang, hehe.” Celine terang-terangan
memberitahu tujuannya. Celine sangat sulit untuk berbicara dengan teman
sekolahnya tetapi itu hanya berlaku untuk mereka, tidak dengan kedua
orangtuanya. Celine juga bisa dibilang sangat clingy dengan mama dan
papanya. “Hahahaha, wajarlah kalau anak papa begini. Latihan yang rajin,
ya! Kalau sudah lancar, tunjukin ke mama dan papa apa yang kamu bisa.
Jangan mainin pianonya cuman buat ‘seseorang’ doang.” Papa Celine
langsung saja menyetujui apa yang anaknya mau. Ia memberi kebebasan

