Page 233 - CERPEN 9A - Copy
P. 233

"Ya.. sebenarnya aku memang enggak ga se-friendly itu sih. Cuman karena

                   kamu sefrekuensi sama aku, aku jadi merasa lebih bebas berbicara karena

                   punya banyak bahan topik kalau begini." Jawa Loren dengan malu. Mereka

                   pun  tertawa  bersama.  Saking  asyiknya  berbincang-bincang,  waktu  terasa

                   cepat berlalu.

                          Mereka  harus  kembali  ke  kelas  untuk  melanjutkan  pembelajaran

                   seperti  biasa.  Di  kelas,  jika  mata  mereka  bertemu,  mereka  akan  saling

                   tersenyum  tanda  menyapa.  Menurut  Celine,  ia  sangat  beruntung  karena

                   kisah remajanya telah diatur seperti ini.

                          Terkadang,  Loren  mengajak  Celine  berlatih  piano  di  rumah

                   masing-masing.  Hal  itu  tentu  saja  sangat  membantu  Celine  untuk

                   meningkatkan  kemampuannya.  Terkadang  pula  Celine  menonton  live

                   performance dari Loren seperti yang biasa laki-laki itu lakukan. Semakin

                   lama,  mereka  berdua  semakin  akrab  satu  sama  lain.  Celine  tentu  saja

                   semakin jatuh cinta kepada Loren. Entah bagaimana perasaan Loren yang

                   sebenarnya  kepada  Celine.  Namun,  Celine  tidak  berharap  lebih.  Ia

                   bersyukur karena ditakdirkan untuk bisa menjadi teman dekat orang yang

                   ia sukai.

                          Tiba  pada  saatnya,  Celine  akan  tampil  bermain  piano  di  sebuah

                   kompetisi  untuk  yang  pertamakalinya.  Loren  pun  sudah  berjanji  untuk

                   menonton  penampilannya.  Celine  benar-benar  berusaha  keras  untuk

                   menampilkan  hasil  yang  maksimal  nantinya.  Ia  tidak  ingin  performance

                   pertamakalinya  itu  berjalan  dengan  buruk.  Setelah  enam  hari  berlalu,

                   akhirnya hari yang ia nantikan telah tiba.

                          Tiba  di  tempat  tujuan,  Celine  pun  segera  memasuki  aula.  Ia

                   memasuki  ruang  tunggu  sambil  mengingat-ingat  isi  dari  sheet  yang  akan

                   digunakan nantinya.  Celine memutuskan  untuk  menampilkan  Liebesleid

                   (Love's  Sorrow)  di  penampilannya  yang  perdana  ini.  Ia  memilih  Love's

                   Sorrow karena itu adalah salah satu favoritnya. Gugup? Tentu saja. Celine
   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238