Page 234 - CERPEN 9A - Copy
P. 234
teringat bahwa Loren berjanji untuk menyaksikannya. Ia pun segera
menghubungi Loren untuk menanyakan sudah di mana ia berada. Namun,
nihil. Loren tidak mengangkat teleponnya. Celine berpikir bahwa Loren
mungkin tidak mendengar panggilannya karena ia mematikan ringtone
yang bertujuan untuk tidak mengganggu para hadirin lain di saat event
sedang berlangsung. Dengan kata lain, kemungkinan Loren sudah tiba di
aula ini.
Beberapa peserta telah menunjukkan kemampuan mereka masing-
masing dengan baik. Tiba saatnya Celine dipanggil oleh seorang staf untuk
bersiap karena gilirannya akan segera tiba. Gugup Celine semakin menjadi-
jadi. Ia berharap tidak melakukan kesalahan dihadapan para juri, mama,
dan papanya, juga Loren. Beberapa menit pun berlalu, ini saatnya ia
memasuki panggung untuk duduk di adjustable bench . Celine melirik para
penonton untuk mencari dimanakah keberadaan Loren. Tetapi ia tidak
menemukan tanda-tanda keberadaannya.
Namun, Celine tetap berpikir positif. Ia mungkin tidak melihat
Loren karena waktunya untuk melihat para penonton sangatlah terbatas.
Belum semua sisi ia telusuri untuk mencari keberadaan pria tersebut.
Dengan gugup, Celine mulai memainkan piano yang sudah disediakan.
Love's Sorrow memang indah. Celine sendiri tenggelam dalam melodi
yang ia ciptakan sendiri.
Tidak ada satupun kesalahan dibuatnya. Ia melaluinya dengan
cukup baik. Ini merupakan suatu kebanggaan baginya karena penampilan
perdananya sukses berjalan dengan baik. Suara tepuk tangan dari para
penonton pun terdengar menggelegar setelah Celine selesai memainkan
alat musik tersebut.
Setelah tuntas menyelesaikan misinya, Celine pun kembali ke ruang tunggu
untuk mengambil barang-barangnya. Selama hampir satu jam, Celine

