Page 236 - CERPEN 9A - Copy
P. 236
penampilannya nanti. Tak lupa ia juga segera menghubungi Loren untuk
bertukar kabar. Sama seperti minggu lalu, Loren akan menonton
pertunjukkan dari sahabatnya itu. Saat Celine berusaha menghubunginya,
ia tak kunjung merespon. Celine berpikir mungkin Loren sudah tiba di
aula dan mematikan ringtonenya agar tidak mengganggu para hadirin
pada saat acara berlangsung seperti kemarin.
Ini saatnya Celine menuju panggung untuk kembali bersaing dengan
para peserta lainnya. Celine kali ini tidak mencari keberadaan Loren di
kursi para penonton karena ia sudah tahu bahwa pria tersebut pasti sudah
datang untuk melihatnya. Celine akan lebih fokus kepada tujuannya di
sini. Ia akan menampilkan Waltz F Minor, Op. 70, No. 02. Jari-jarinya
mulai menekan barisan papan-papan kecil persegi panjang tersebut. Gerak
tubuhnya berpindah-pindah mengikuti irama yang ada. Ia sukses
membuat juri kagum karena permainannya yang luar biasa itu. Tidak
lengkap jika tidak disertai dengan suara tepuk tangan dari para penonton di
akhir pertunjukkan. Celine pun senang bukan kepalang. Suara tepuk
tangan tersebut lebih heboh dibandingkan pekan lalu. Ia semakin percaya
diri dengan hasil keputusan juri nantinya.
Celine duduk di ruang tunggu untuk menunggu pengumuman hasil
juri. Ia menelepon Loren untuk menanyai pendapatnya mengenai
penampilannya tadi. Namun, nihil. Loren tak kunjung menjawab panggilan
tersebut. Padahal, sudah empat kali ia mencoba menghubungi sahabatnya
itu. Ia berharap Loren kembali datang mengagetkannya seperti yang telah
pria itu lakukan pekan lalu.
Lima puluh menit pun berlalu. Loren tak kunjung datang menemui
Celine. Perasaannya mulai janggal. Karena sudah hampir satu jam berlalu,
poster pengumuman pun telah dipublikasikan di mading.
Celine Felicia, The Winner of This Competition. She Took First Place in
This Competition!

