Page 235 - CERPEN 9A - Copy
P. 235
menunggu pengumuman hasil diskusi juri mengenai peringkat. Sambil
menunggu, ia terdiam melamun memikirkan dimanakah Loren berada.
Lamunannya pun pecah. Ia dikagetkan oleh wajah seseorang yang
terlihat sangat tidak berdosa itu. Benar, dialah orang yang dicari-cari, Loren.
“Duh, dari mana aja sih? Kamu nggak datang waktu aku tampil ya?! Fake
friend luwh.” Protes Celine kepadanya. “Aku datang kok. Matamu aja tuh
yang buta gak bisa ngeliat dimana keberadaanku, dasar.” Ternyata, Loren
menghadiri event tersebut. Celine hanya tidak melihat letak keberadaanya
tadi. Mereka pun bercanda gurau bersama sambil menunggu
pengumuman peringkat hasil lomba tadi. Loren juga sangat mengapresiasi
usaha Celine yang mengagumkan tadi.
Di depan mading, mereka tiba-tiba melihat sebuah keramaian. Celine dan
Loren segera berlari menuju depan mading. Seperti yang telah diduga, itu
adalah poster pengumuman peringkat hasil lomba.
#1 Gethasia Adinda
#2 Clarice Olivia
#3 Celine Felicia
“Celine, namamu ada di peringkat ketiga! Lihat deh. Selamat!” Sambut
Loren dengan gembira. “Eh, iya benar. Syukurlah. Berarti pekan depan
aku bakalan tampil lagi untuk babak final dong, hehehe”
Keesokan harinya, Celine kerap melatih kemampuannya itu
meskipun di sekolah. ketika jam istirahat dimulai, ia selalu menyempatkan
diri untuk berlatih piano di ruang musik didampingi oleh Loren agar dapat
tampil dengan maksimal di babak final kelak.
Satu pekan pun berlalu, saatnya Celine bersiap untuk tampil
kembali di hadapan para juri dan penonton yang hadir. Celine sudah
berada di ruang tunggu peserta sebelum tampil. Acara itu akan dimulai jam
09.00 WIB di Symphony Hall, tempat Loren biasa tampil. Ia mengisi
waktu yang ada untuk mengingat sheet yang akan digunakan untuk

