Page 226 - CERPEN 9A - Copy
P. 226

Love's Sorrow



                          Kelas  yang  bising  itu  seketika  hening  setelah  seorang  anak

                   perempuan  sebaya  memasuki  kelas  mereka.  Langkah  kaki  kecil  itu

                   melangkah menuju tengah-tengah kelas. Tepat di depan papan tulis, anak

                   perempuan tersebut menatap seisi kelas sambil menghembuskan nafasnya

                   dengan berat. “Selamat pagi semua. Saya Celine Felicia, pindahan dari Bali.

                   Saya akan menjadi salah satu siswa di sekolah ini.

                          Mohon  bantuannya.”  Ujarnya  dengan  lesu.  Seisi  kelas  seketika

                   ramai kembali. Siswa di kelas VIII A pun sontak menyapa Celine dengan

                   bersamaan. Mulai saat itu, Celine menjalani hidupnya sebagai siswi di SMP

                   Nasional Plus BPK Penabur, Bogor. Namun, dirinya sulit mencari teman

                   karena kurang bisa bergaul dengan baik. Ia hanya bisa akrab jika ada yang

                   berinisiatif mendekatinya duluan.

                          Bel  istirahat  pertama  pun  berbunyi.  Celine  bergegas  menyusuri

                   hampir  seisi  sekolah  untuk  mengisi  kebosanannya.  Ia  berjalan  sambil

                   melamun. Seketika, lamunan nya pun buyar. Ia mendengar suara familiar

                   bersumber  dari  suatu  ruangan.  Ia  lantas  berlari  menuju  sumber  suara.

                   Ternyata,  suara  itu  berasal  dari  ruang  musik.  Saking  penasarannya,  ia

                   mengintip  dari  jendela  sambil  menaiki  kursi  yang  ada  di  depan  jendela

                   ruangan tersebut. Matanya berbinar setelah melihat seorang siswa laki-laki

                   sebayanya  menekan-nekan  tuts  piano.  Jari  siswa  tersebut  yang  bergerak

                   cepat  dari  satu  tuts  ke  tuts  yang  lain  sukses  membuat  Celine  kagum.

                   Sungguh,  itu  adalah  pemandangan  yang  sangat  indah.  Demikian  juga

                   dengan melodi yang keluar, siswa tersebut memainkan Ballade No. 1 in G

                   minor, Op 23. Ini pertama kalinya Celine melihat siswa sebayanya dapat

                   memainkan classical piece secara langsung. Padahal, itu tidaklah mudah.

                   Celine  sangat  bersemangat  karena  ia  menemukan  seseorang  yang  juga

                   tertarik  dengan  classical  music  sama  dengannya.  “Siapa  dia?”  Celine
   221   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231