Page 3 - Tugas M11 SA - Nurul Izzah Annisa
P. 3

dapat  menggunakan  bilangan  bulat  sebagai  skalar.  Operasi  perkalian  tersebut  dapat

                   dinotasikan sebagai “⋅” atau “*” sesuai konvensi.
                   Secara formal, ring R dapat didefinisikan sebagai himpunan yang terdiri dari grup abelian

                   G dan operasi perkalian yang memenuhi sifat distributif, yaitu:

                   Untuk  setiap   ,   , dan    dalam  G,  berlaku     ∗ (    +    ) = (    ∗    ) + (    ∗    ) (sifat
                   distributif kiri).

                   Untuk  setiap   ,   , dan    dalam  G,  berlaku (    +    ) ∗      = (    ∗    ) + (    ∗    ) (sifat
                   distributif kanan).

                   Dengan  demikian,  setiap  grup  abelian  dapat  dianggap  sebagai  ring  dengan  operasi
                   penjumlahan  grup  yang  sama  dan  operasi  perkalian  yang  didefinisikan  sesuai  dengan

                   perkalian skalar.


               3.  (B) Setiap ring mempunyai identitas terhadap perkalian.

                   Alasan:
                   Identitas perkalian adalah elemen dalam ring yang ketika dikalikan dengan elemen apa

                   pun dalam ring, menghasilkan elemen tersebut. Dengan kata lain, untuk setiap elemen   
                   dalam ring R, berlaku     ∗  1  =      =  1  ∗    .

                   Dalam beberapa ring, identitas penjumlahan dan identitas perkalian mungkin sama, yaitu
                   0 = 1. Namun, dalam ring umum, identitas penjumlahan dan identitas perkalian adalah

                   elemen yang berbeda, yaitu 0 dan 1, masing-masing.

                   Jadi,  setiap  ring  memiliki  identitas  terhadap  perkalian,  yang  umumnya  dinotasikan
                   sebagai 1.


               4.  (S) Suatu ring bisa merupakan grup terhadap operasi perkaliannya.

                   Alasan:
                   Untuk  membentuk  grup,  kita  membutuhkan  sebuah  operasi  yang  memenuhi  sifat-sifat

                   tertentu, seperti asosiatif, memiliki elemen identitas, dan setiap elemen memiliki invers.
                   Operasi perkalian dalam ring tidak harus memenuhi semua sifat tersebut.

                   Sebagai  contoh,  kita  bisa  mempertimbangkan  ring  bilangan  bulat  ℤ  dengan  operasi

                   penjumlahan  dan  perkalian.  Operasi  penjumlahan  memenuhi  semua  sifat  grup,  tetapi
                   operasi perkalian tidak memenuhi sifat invers, karena misalnya, angka 0 tidak memiliki

                   invers  perkalian  di  dalam  ring  ini.  Oleh  karena  itu,  ℤ  bukanlah  grup  terhadap  operasi

                   perkaliannya. Namun, jika kita mempertimbangkan himpunan bilangan bulat ℤ  dengan
                   operasi perkalian dan membuang operasi penjumlahan, maka ℤ bukan lagi sebuah ring,
   1   2   3   4   5   6   7