Page 16 - MANUSIA IKHSAN YANG DIRIDHO ALLAH
P. 16
(menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar. (Al Qur’an surat (04) An Nisaa’
ayat 2)
Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya.
Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari
harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada
seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan
memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (Al Qur’an surat (65) Ath Thalaaq
ayat 7)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu
melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian
maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (Al Qur’an surat (63) Al Munaafiquun
ayat 9)
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik
anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka
kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari
shalatnya, orang-orang yang berbuat ria. dan enggan (menolong dengan)
barang berguna. (Al Qur’an surat (107) Al Maa’un ayat 1-7)
9.3. Bertakwa Versi Allah Harus Mampu Segera Menahan Amarah Dan
Memaafkan Kesalahan Orang Lain
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun
sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan
(kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan. (Al Qur’an
surat (03) Ali ‘Imran ayat 133-134)
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan
Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-
benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al Qur’an surat (29)
Al Ankabuut ayat 69)
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang
yang berbuat kebaikan. (Al Qur’an surat (16) An Nahl ayat 128)
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya
sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya
dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan
atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah
(membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? (Al Qur’an
surat (45) Al Jaatsiyaah ayat 23)
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya
sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?
(Al Qur’an surat (25) Al Furqaan ayat 43)
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya
nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi
rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (Al Qur’an surat (12) Yusuf ayat 53)
MANUSIA IKHSAN 10