Page 29 - TEORI DAN PRAKTIK BK KELOMPOK
P. 29

lain  dan  memelihara  kerahasiaan  sehingga  tujuan  bimbingankelompok  dapat
                        tercapai


                        D.   PENYELENGGARAAN BIMBINGAN KELOMPOK

                             Layanan  bimbingan  kelompok  memanfaatkan  dinamika  kelompok  untuk

                        mencapai tujuan layanan bimbingan. Agar dinamika kelompok yang berlangsung
                        di dalam kelompok tersebut dapat secara efektif dan bermanfaat bagi pembinaan

                        para anggota kelompok, maka jumlah anggota sebuah kelompok tidak boleh terlalu
                        besar, sekitar 10 orang atau paling banyak 15 orang.

                             Untuk terselenggaranya layanan bimbingan kelompok, terlebih dahulu perlu

                        dibentuk kelompok-kelompok siswa. Ada dua jenis kelompok, yaitu kelompok tetap
                        (yang anggotanya tetap untuk jangka pendek, misalnya satu bulan atau satu cawu),

                        dan kelompok tidak tetap atau insidental (yang anggotanya tidak tetap kelompok
                        tersebut dibentuk untuk keperluan khusus tertentu).  Kelompok  tetap melakukan

                        kegiatannya (dalam rangka layanan bimbingan kelompok), secara berkala, sesuai

                        dengan  penjadwalan  yang  sudah  diatur  oleh  Guru  Pembimbing,  sedangkan
                        kelompok tidak tetap terbentuk secara insidental dan melakukan kegiatannya ayas

                        dasar  kesempatan  yang  ditawarkan  oleh  Guru  Pembimbing  ataupun  atas  dasar
                        permintaan siswa-siswa sendiri yang menginginkan untuk membahas permasalahan

                        terntentu melalui dinamika kelompok.
                             Untuk  kelompok-kelompok  tetap  Guru  Pembimbing  menyusun  jadwal

                        kegiatan  kelompok  secara  teratur,  misalnya  setiap  kelompok  melaksanakan

                        kegiatan sekali dalam dua minggu, dengan topik-topik bahasan yang bervariasi.
                        Situasi  dan  kejadian-kejadian  aktual,  baik  di  sekolah,  di  rumah,  ataupun  di

                        masyarakat (misalnya banyak siswa yang absen, corat-coret, pada dinding kelas
                        atau bangku siswa, beredarnya barang terlarang dia ntara para siswa, mengisi waktu

                        senggang,  bagaimana  membantu  urusan  rumah  tangga,  peristiwa  tabrak  lari,

                        kebersihan lingkungan, pembayaran iuran televisi, dan sebagainya) perlu dijadikan
                        topik yang hangat untuk dibicarakan oleh setiap kelompok siswa. Ada dua jenis

                        topik yang dapat dibicarakan dalam bimbingan kelompok yaitu “topik tugas” yang
                        merupakan  penugasan  dari  Guru  Pembimbing/konselor  kepada  kelompok  untuk








                                                              25
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34