Page 50 - Modul Elektronik Sistem Ekskresi Manusia
P. 50
3. Pulmonary Fibrosis (Fibrosis Paru)
Fibrosis paru adalah istilah yang mencakup banyak kondisi berbeda yang menye-
babkan jaringan parut menumpuk pada paru-paru. Penumpukan jaringan ini menye-
babkan paru-paru kaku yang disebut dengan fibrosis ini. Beberapa jenis fibrosis paru
memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi tetapi untuk beberapa jenis penyebab
pastinya tidak dapat ditemukan (British Lung Foundation, 2016).
!! Jurnal internasional bereputasi adalah jurnal yang memenuhi kriteria jurnal internasion-
al namun dengan kriteria tambahan terindeks pada Web of Science dan/atau Scopus serta
mempunyai faktor dampak (impact factor) dari ISI Web of Science (Thomson Reuters) atau
Scimago Journal Rank (SJR) yang memiliki nilai tertinggi dalam penilaian karya ilmiah 40.
C. HATI
1. Hemokromatosis
Hemokromatosis merupakan suatu kelainan absorpsi dari zat besi dimana kadar
zat besi banyak terdapat di dalam sel hepar, pankreas, miokardium dan organ-organ
lain berupa pigmen hemosiderin (Parluhutan, 2004). Gejala klinis penyakit ini adalah
sirosis hati, hepato-splenomegali, hipogonadisme dan kardiomiopati (Sumadiono dkk,
1993). Hemokromatosis akan sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian
bila timbul komplikasi (Parluhutan, 2004).
2. Non Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD)
NAFLD adalah suatu kondisi akumulasi lemak yang berlebihan pada hepar pada
individu yang meminum alkohol (Feldstein, 2012). Karakteristik NAFLD ditandai oleh
akumulasi lemak dalam sel hepar yang hampir mengenai 5% dari hepatosit. Patogen-
esis NAFLD masih belum jelas sejak awal penyakit ini ditemukan. Berbagai hipotesis
menjelaskan mekanisme patogenesis NAFLD seperti perbedaan distribusi lemak atau
sistem antioksidan. Terdapat “two-hit theory´yang mengawali mekanisme patogenesis
dan progresifitas NAFLD/NASH. Teori yang pertama adalah akumulasi lemak pada
penderita obesitas atau resistensi insulin, sementara teori yang kedua adalah induksi
sitokin inflamasi akibat stres oksidatif, peroksidasi lipid dan endotoksin. Kedua teori
ini menyebabkan kematian sel, infiltrasi sel inflamasi dan fibrosis hepar. Kerusakan
46

