Page 44 - LAST NEW.pdf
P. 44

Miftahul Afifur Rohman, Prima Vidya Asteria, Yuniseffendri






                c.  Karakteristik Bahan Ajar
                   1)  Kebutuhan pemelajar ketika belajar membutuhkan pendekatan visual, auditif,
                       dan  praktik.  Merujuk  kebutuhan  tersebut,  maka  bentuk  bahan  ajar  dibuat
                       terintegrasi dengan teknologi atau digital. Melalui pengintegrasian  tersebut,
                       dapat membantu Anggerek dalam belajar materi, baik ketika di perkuliahan
                       maupun secara mandiri.
                   2)  Dibutuhkan buku yang memiliki komponen lengkap, misalnya intensif materi
                       yang tersaji lengkap dan tidak terpisah-pisah sehingga pemelajar bisa belajar
                       secara mandiri.
                d. Lingkungan Belajar
                   Lingkungan
                   1)  Interaksi  Sosial:  Lingkungan  belajar  yang  memungkinkan  pemelajar  untuk
                       berinteraksi dengan sesama pemelajar, pengajar, atau penutur asli bahasa
                       Indonesia  sangat  penting.  Melalui  interaksi  sosial,  pemelajar  dapat
                       meningkatkan  keterampilan  berbicara,  mendengarkan,  dan  berkomunikasi

                       dalam  bahasa  Indonesia.  Misalnya,  melalui  diskusi  kelompok,  permainan
                       bahasa, atau aktivitas kolaboratif lainnya.
                   2)  Eksposur terhadap Budaya Indonesia: Lingkungan belajar yang memberikan
                       eksposur  terhadap  budaya  Indonesia,  seperti  musik,  film,  makanan,  dan
                       tradisi,  dapat  membantu  pemelajar  lebih  memahami  konteks  sosial  dan
                       budaya  tempat  bahasa  Indonesia  digunakan.  Hal  ini  juga  dapat
                       meningkatkan  minat  dan  motivasi  pemelajar  dalam  mempelajari  bahasa
                       Indonesia.
                   Metode penunjang lingkungan

                    1)  Metode  Audio-Visual:  Metode  ini  melibatkan  penggunaan  audio  dan  visual
                       dalam proses pembelajaran. Pemelajar bisa mendengarkan percakapan atau
                       dialog  dalam  bahasa  Indonesia  yang  direkam  dalam  bentuk  audio,  serta
                       melihat  gambar,  video,  atau  presentasi  yang  menunjukkan  konteks
                       penggunaan  bahasa  Indonesia.  Hal  ini  dapat  membantu  pemelajar
                       memahami  secara  lebih  jelas  dan  menguatkan  pengenalan  kosakata  dan
                       pola kalimat bahasa Indonesia.
                    2)  Metode  Komunikatif:  Metode  ini  menekankan  pada  praktik  aktif  berbahasa
                       dalam  interaksi  sehari-hari.  Dalam  hal  ini,  pemelajar  diajak  untuk  berlatih
                       berbicara  dalam  bahasa  Indonesia,  baik  dalam  situasi  simulasi  maupun
                       situasi nyata. Dengan rutin berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia,
                       pemelajar  dapat  meningkatkan  kefasihan  dan  kepercayaan  diri  dalam
                       menggunakan bahasa tersebut.









              Analisis Kebutuhan dalam Pengembangan Bahan Ajar                                             37
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49