Page 45 - LAST NEW.pdf
P. 45
Miftahul Afifur Rohman, Prima Vidya Asteria, Yuniseffendri
3) Metode Bermain Peran (Role Play): Metode ini melibatkan pemelajar dalam
simulasi peran tertentu, di mana mereka harus berinteraksi dan
berkomunikasi dalam bahasa Indonesia sesuai dengan perannya. Hal ini
tidak hanya bisa meningkatkan keterampilan berbahasa, tetapi juga
membantu pemelajar dalam memahami konteks sosial dan budaya yang
terkait dengan bahasa Indonesia. Metode ini memberikan kesempatan bagi
pemelajar dari Madagaskar untuk merasakan dan mempraktekkan
penggunaan bahasa dalam situasi yang nyata.
e. Sumber Belajar
Perlu penyediaan sumber belajar yang variatif dan menarik, seperti buku teks,
materi audio-visual, aplikasi pembelajaran online, dan permainan edukatif, dapat
membuat proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan efektif.
Pemelajar dari Madagaskar dapat memilih metode pembelajaran yang sesuai
dengan gaya belajar mereka dan lebih tertarik untuk terus belajar bahasa
Indonesia.
f. Alokasi Waktu
Alokasi waktu satu materi membutuhkan empat kali tatap muka. Setiap
pertemuan memuat keterampilan bahasa yang berbeda untuk diajarkan.
4. Dimensi Bahasa
a. Kosakata yang Relevan: Penting untuk memilih kosakata yang relevan dengan
kebutuhan dan kehidupan sehari-hari pemelajar Madagaskar. Kosakata yang
diberikan dalam bahan ajar haruslah sesuai dengan situasi kontekstual yang
sering dijumpai oleh pemelajar, sehingga mereka dapat dengan mudah
mengaplikasikan kosakata tersebut dalam berbagai situasi komunikasi.
b. Tata Bahasa yang Benar: Penggunaan tata bahasa yang benar juga sangat
penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Pengembang bahan ajar perlu
memperhatikan tata bahasa Indonesia yang standar dan benar agar pemelajar
dapat menguasai struktur bahasa dengan baik. Kesalahan dalam tata bahasa
dapat menyulitkan pemelajar dalam memahami dan mengkomunikasikan ide-ide
mereka.
c. Struktur Kalimat yang Sesuai: Struktur kalimat dalam bahasa Indonesia memiliki
karakteristik sendiri yang berbeda dengan bahasa-bahasa lain. Oleh karena itu,
dalam pengembangan bahan ajar, penting untuk memberikan contoh-contoh
kalimat yang sesuai dengan struktur kalimat bahasa Indonesia agar pemelajar
dapat belajar bagaimana menggunakan struktur kalimat yang benar dan tepat.
Analisis Kebutuhan dalam Pengembangan Bahan Ajar 38