Page 5 - JURNAL OBJEKTIVITAS E-SINGA MANGGALA DALAM PEMBERITAAN PEMBANGUNAN
P. 5

(misalnya:  berita,  iklan,  dan  informasi).  Kini   yang  menyatakan  bahwa  media  menyuguhkan
               akses internet sudah mudah, hanya bermodalkan      pandangan  tentang  dunia,  semacam  pengganti
               quota  pengguna  internet  dapat  mendapatkan      atau  lingkungan-semu  (pseudo-environment)
               informasi yang diinginkan.                         yang  di  satu  pihak  merupakan  sarana  ampuh
                    c) Biaya murah                                untuk  memanipulasi  orang,  tetapi  dilain  pihak
                    Untuk  mendapatkan  suatu  informasi  di      merupakan alat bantu bagi kelanjutan ketenangan
               media  internet  tidak  membutuhkan  biaya  yang   psikisnya dalam kondisi yang sulit. Menurut C.
               mahal,  hanya  dengan  kouta  yang  dimiliki       Wright  Mills  (1951:333),  “diantara  kesadaran
               khalayak  dan  jaringan  khlayak  pembaca  sudah   dan  keberadaan  terdapat  komunikasi  yang
               bisa mendapatkan informasi yang diinginkan.        mempengaruhi  keadaan  itu  sehingga  manusia
                       Eksistensi   memiliki   makna   yang   luas     menyadari keberadaannya.”
               cakupannya.      Namun  dalam  penelitian  ini         Dalam  hal  ini  peneliti  menilai  E-Singa
               eksistensi yang akan dilihat dari sudut pandang    Manggala memenuhi unsur Media yang dimiliki
               keberadaan  Majalah  E-Singa  Manggala  yang       pemerintah    yang    cenderung     bersifat
               diterbitkan  oleh  Dinas  Komunikasi  Informasi    ketergantungan timbal-balik antara intitusi yang
               Persandian  dan  Statistik  Kabupaten  Buleleng    memegang    kekuasaan    yakni   Pemerintah
               sebagai  salah  satu  media  milik  pemerintah  di   Kabupaten Buleleng dengan Dinas Komunikasi
               bawah naungan Pemkab Buleleng.                     Informasi Persandian dan Statistik dan integrasi
                                                                  media  terhadap  sumber  kekuasaan  sosial  dan
               Teori Masyarakat Massa                             otoritas.
                       Masyarakat dan media merupakan kedua
               hal  yang  tidak  dapat  dipisahkan.  Ibaratkan  dua   Teori Agenda Setting
               sisi  koin  yang  berbeda  tetapi  satu.    Dalam         McCombs dan Shaw (1997) menegaskan
               berbagai persepsi yang berbeda-beda akan tetapi    tentang Teori Agenda Setting, bahwa ”the media
               makna dari kedua sisi tersebut tetap satu dan sulit   may not only tell us what to think about, they also
               untuk dipisahkan, bahkan bisa dikatakan sebagai    may tell us how and what to think about it, and
               hal  yang  mustahil.  Ada  beberapa  dari  mereka   perhaps  even  what  to    do    about    it”
               yang  mengatakan  dan  memahami  bahwa             (McCombs,1997).  Menurut  Teori  Agenda
               masyarakatlah yang membentuk media dan ada         Setting,  media  massa  memang  tidak  dapat
               juga  dari  mereka  yang  beranggapan  berbeda     mempengaruhi orang untuk berubah sikap tetapi
               bahwa  medialah  yang  mengontrol  masyarakat.     dengan fungsinya sebagai gate-keeper (penjaga
               Kedua  pemahaman  tersebut  memanglah  cukup       gawang  atau  penyaring)  yang  memiliki  suatu
               berbeda, akan tetapi maknanya tetap sama yakni     topik  dan  persoalan  tertentu  dan  mengabaikan
               masyarakat  dan  media  adalah  kedua  hal  yang   yang lain. Dengan menonjolkan suatu persoalan
               berbeda tapi tidak dapat terpisahkan, yang sama    tertentu dan mengesampingkan yang lain, media
               halnya seperti dua sisi koin.                      membentuk citra atau Tabelan dunia seperti yang
                     Giner  (1979)  dalam  bukunya  “Sociedad     disajikan     dalam       media      massa
               Massa” mengemukakan Teori masyarakat massa         (Rakhmat,1989:259-260),  ini  berarti  media
               adalah  teori  yang  menekankan  ketergantungan    massa  cukup  berpengaruh  terhadap  apa  yang
               timbal-balik  antara  intitusi  yang  memegang     dipikirkan  orang  dan  memengaruhi  persepsi
               kekuasaan dan integrasi media terhadap sumber      khalayak tentang yang dianggap penting.
               kekuasaan sosial dan otoritas. Dengan demikian            Bernard C. Cohen (1963) agenda setting
               isi  media  cenderung  melayani  kepentingan       theory  adalah  teori  yang  menyatakan  bahwa
               pemegang  kekuasaan  politik  dan  ekonomi.        media massa berlaku merupakan pusat penentuan
               Namun  demikian,  meskipun  media  tidak  bisa     kebenaran  dengan  kemampuan  media  massa
               diharapkan menyuguhkan pandangan kritis atau       untuk mentransfer dua elemen yaitu   kesadaran
               tinjauan  lain,  menyangkut  masalah  kehidupan,   dan   informasi   ke   dalam agenda publik  dengan
               media  tetap  memiliki  kecenderungan  untuk       mengarahkan     kesadaran    publik   serta
               membantu  publik  bebas  dalam  menerima           perhatiannya  kepada  isu-isu  yang  dianggap
               keberadaannya sebagaimana adanya.                  penting  oleh  media  massa.    Dikemukakannya
                       Teori  masyarakat  massa  memberi          bahwa    “pers  mungkin  tidak  berhasil  banyak
               kedudukan  terhormat  kepada  media  sebagai       waktu  dalam  menceritakan    orang-orang    yang
               penggerak  dan  pengaman  masyarakat  massa.       berfikir,  tetapi  berhasil  mengalihkan  para
               Teori  itu  juga  sangat  mengunggulkan  gagasan   pemirsa dalam berpikir tentang apa” (Baran dan
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10