Page 114 - combinepdf_Neat
P. 114
Kegiatan Belajar 1
Perkembangan Fisik motorik dan Kognitif
Perkembangan Fisik Motorik
. Perkembangan Fisik
Perubahan fisik yang terjadi pada masa ini akan berjalan lebih lambat dibanding masa bayi dan masa anak-
anak awal. Pada awal periode ini anak terlihat masih seperti anak kecil dan di akhir periode anak sudah berubah
dan mulai tampak seperti orang dewasa. Beberapa anak ada yang mengalami pubertas di akhir periode ini. Pada
masa usia sekolah, anak sudah siap menerima pelajaran keterampilan yang berkaitan dengan motorik, seperti
menulis, menggambar, melukis, mengetik, berenang, bermain bola dan permainan atletik.
Perkembangan fisik atau yang disebut juga pertumbuhan biologis (bio-logical growth) merupakan salah satu
aspek penting dari perkembangan individu. Menurut Seifert dan Hoffnung, (1994), perkembangan fisik meliputi
perubahan-perubahan dalam tubuh (seperti: pertumbuhan otak, system saraf, organ-organ indrawi, pertumbuhan
tinggi dan berat, dan lain-lain), dan perubahan-perubahan dalam cara-cara individu dalam menggunakan
tubuhnya (seperti perkembangan keterampilan motorik dan perkembangan seksual), serta perubahan dalam
kemampuan fisik (seperti penurunan fungsi jantung, penglihatan dan sebagainya).
Pada usia ini pertambahan tingi rata-rata 1-2 inci pertahun sehingga pada usia 11 tahun tinggi rata-rata anak
perempuan 147cm dan tinggi rata-rata anak laki-laki 146 cm. Selama pertengahan dan akhir masa kanak-kanak,
berat anak bertambah rata-rata 2-3 kg pertahun. Penambahan berat ini disebabkan oleh bertambahnya ukuran
sistem rangka, sistem otot, dan ukuran beberapa organ tubuh. Ukuran tubuh anak juga mulai proporsional yaitu
ukuran kepala dan anggota badan mulai seimbang. Semakin proporsionalnya anggota tubuh ini dinamakan
dengan Gestaltwandel. Anggota-anggota badan menjadi lebih panjang serta perut mengecil. Jumlah gigi sudah
mencapai 24.
Perkembangan Motorik
Pada usia prasekolah anak menunjukkan gerak lentur badannya sehingga gerakan kaki, tangan, dan bahunya
akan semakin bebas dengan eksperimen keterampilan-keterampilan baru. Anak mulai menguasai gerak seperti
melempar-menangkap bola dan naik sepeda roda tiga. Hingga usia 5-6 tahun, anak telah mampu bergerak secara
simultan dengan mengombinasikan secara terorganisir semua organ tubuhnya. Ketika ia naik sepeda roda tiga,
misalnya, kakinya dengan lentur mengayun pedal, kepala menoleh ke kanan dan ke kiri untuk menghindari
bahaya, dan tangannya secara ototmatis menggertakkan setir/setang sepeda sesuai dengan perintah otak sarafnya.
Menjelang akhir tahun-tahun prasekolah, semua keterampilan tersebut telah dikuasai secara matang, dengan
kecepatan yang cukup dan didukung oleh daya tahan yang memadai. Pada usia prasekolah telah terjadi perubahan
besar pada gerak motoriknya misalnya tangan dan jarinya yang meningkat. Bahkan pada tahap ini anak sering
mencoba makan dengan tangannya sendiri.
Pada usia sekolah, perkembangan motorik anak lebih halus, lebih sempurna, dan terkoordinasi dengan baik,
seiring dengan bertambahnya berat dan kekuatan badan anak. Anak-anak terlihat sudah mampu mengontrol dan
mengoordinasi gerakan anggota tubuhnya seperti tangan dan kaki dengan baik. Otot-otot tangan dan kakinya
sudah mulai kuat, sehingga berbagai aktivitas fisik seperti menendang, melompat, melempar, menangkap dan
berlari dapat dilakukan secara lebih akurat dan cepat. Di samping itu, anak juga makin mampu menjaga
keseimbangan badannya. Penguasaan badan, seperti membongkok, melakukan bermacam-macam latihan senam
serta aktivitas olah raga berkembang pesat.
Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog. Intan Puspitasari, S.Psi., MA
Psikologi Peserta Didik

