Page 115 - combinepdf_Neat
P. 115

Kegiatan Belajar 1
         Perkembangan Fisik motorik dan Kognitif









                Sejak usia 6 tahun, koordinasi antara mata dan tangan (visio-motorik) yang dibutuhkan untuk membidik,
         menyepak, melempar, dam menangkap juga berkembang. Pada usia 7 tahun, tangan anak semakin kuat dan ia

         lebih menyukai pensil dari pada krayon untuk melukis. Dari usia 8 hingga 10 tahun, tangan dapat digunakan secara
         bebas, mudah dan tepat. Koordinasi motorik halus berkembang, di mana anak sudah dapat menulis dengan baik.
         Ukuran huruf menjadi lebih kecil dan lebih rata. Pada usia 10 hingga 12 tahun, anak-anak mulai memperlihatkan
         keterampilan-keterampilan  manipulatif  menyerupai  kemampuan-kemapuan  orang  dewasa.  Mereka  mulai
         memperhatikan gerakan-gerakan yang kompleks, rumit, dan cepat, yang diperlukan untuk menghasilkan karya

         kerajinan yang bermutu bagus atau memainkan instrumen musik tertentu (Santrock: 1995).


                 Proses perkembangan motorik yang pesat di atas salah satunya dipengaruhi oleh myelinisasi yaitu
         proses menutupi akson dengan selaput myelin yang berefek pada meningkatnya kecepatan berjalannya
         informasi dari satu neuron ke neuron yang lain. Semakin tebal selaput myelin tersebut maka informasi akan
         semakin cepat merambat dari satu neuron ke neuron yang lain. Artinya pada usia ini neuron-neuron motorik

         pada anak mengalami myelinisasi sehingga keterampilan yang dimiliki lebih baik dibandingkan



             Perkembangan Kognitif



                Pada  masa  ini  perkembangan  kognitif  berada  pada  tahap  operasional  konkret,  menurut  teori
           perkembangan Piaget dimana pemikiran logis menggantikan pemikiran intuitif. Anak sudah mampu berpikir
           rasional dan melakukan aktivitas logis tertentu walaupun masih terbatas pada objek konkret dan dalam situasi
           konkret. Cara berpikir anak sudah kurang ego sentris dengan ditandai mampu memperhatikan lebih dari satu

           dimensi dan juga menghubungkan satu dengan yang lainnya.
                Pada tahap operasional konkret anak-anak dapat memahami:
                a.Konservasi, yaitu kemampuan anak untuk memahami bahwa suatu objek tetap memiliki substansi yang

                    sama walaupun mengalami perubahan dalam penampilan, seperti konservasi jumlah, panjang, berat
                    dan volume.
                b.Klasifikasi, yaitu kemampuan anak untuk mengelompokkan/mengklasifikasikan benda dan memahami
                    hubungan antarbenda tersebut.
                c.Seriation, yaitu kemampuan anak untuk mengurutkan sesuai dimensi kuantitatifnya, misalnya sesuai

                    panjang, besar, dan beratnya.
                d.Transitivity, yaitu kemampuan anak memikirkan relasi gabungan secara logis. Jika ada relasi antara
                    objek pertama dan kedua, dan ada relasi antara objek kedua dan ketiga, maka ada relasi antara objek

                    pertama dan ketiga.










          Ega Asnatasia Maharani, M.Psi., Psikolog.  Intan Puspitasari, S.Psi., MA

           Psikologi Peserta Didik
   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120